Resmikan Asosiasi KDKMP dan Radio Merah Putih, Bakom RI Tekankan Pangkas Rantai Distribusi Sembako

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Kamis, 23 Juli 2026 | 13:02 WIB
Acara Pembentukan Asosiasi KDKMP yang ditandai dengan pengukuhan pengurus di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi pada Rabu, 22 Juli 2026. (f: Ist)
Acara Pembentukan Asosiasi KDKMP yang ditandai dengan pengukuhan pengurus di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi pada Rabu, 22 Juli 2026. (f: Ist)

 

BANYUWANGI, RIAUSATU.COM - Pembentukan Asosiasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi ditandai dengan pengukuhan pengurus di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi pada Rabu, 22 Juli 2026.

Acara strategis yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional 2026 ini dihadiri langsung oleh Ketua Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, serta diikuti oleh seluruh Kepala Desa, Lurah, dan pengurus KDKMP se-Kabupaten Banyuwangi.

​Dalam Diskusi Publik, Ketua Bakom RI, Muhammad Qodari mengapresiasi pembentukan Asosiasi KDKMP sebagai langkah krusial untuk meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi di tingkat basis. Wadah ini diharapkan menjadi sarana transfer ilmu dan pengalaman antar pengurus.

​"Mudah-mudahan gerakan ini bisa menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Ada Asosiasi KDKMP di setiap kabupaten, kota, dan nanti berada di tingkat nasional," ujar Qodari.

​Inovasi Radio Merah Putih Pertama di Indonesia

​Selain pengukuhan pengurus dan mengisi diskusi publik, Muhammad Qodari juga secara resmi meluncurkan Radio Merah Putih melalui siaran perdana. Radio yang diinisiasi oleh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu, Banyuwangi, ini tercatat sebagai radio koperasi pertama di Indonesia.

​Radio Merah Putih difungsikan sebagai media pertukaran informasi transparan bagi masyarakat, mulai dari pembaruan ketersediaan barang hingga pemantauan harga sembako harian.

​Ketua KKMP Tukangkayu, Imam Maskun, menjelaskan bahwa informasi harga dan promo barang terjangkau dari radio ini juga diintegrasikan secara digital melalui aplikasi Smart Kampung milik Pemkab Banyuwangi.

​"Supaya nanti informasi barang-barang subsidi, ada promo-promo, barang murah, dan harga terjangkau tersampaikan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa menikmati sesuai dengan harga yang update per hari itu. Radio ini sekaligus menjadi sarana edukasi tentang manfaat berkoperasi," terang Imam.

​Akselerasi 80 Ribu KDKMP dan Tantangan Logistik

​Melihat antusiasme warga Banyuwangi, Qodari optimistis terhadap peran KDKMP dalam memotong rantai distribusi yang panjang.

Menurutnya, KDKMP hadir agar barang dari produsen di hulu bisa langsung sampai ke konsumen di hilir dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang wajar tanpa terbebani margin perantara.

​Saat ini, terdapat sekitar 35.000 unit KDKMP di seluruh Indonesia dan ditargetkan menembus 80.000 unit pada tahun depan.

​Terkait tantangan suplai barang subsidi dan logistik dalam skala luas, Qodari berjanji akan membawa aspirasi dan keluhan para peserta diskusi ke kementerian/lembaga terkait di tingkat pusat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Mau Melepas Status WNI? Segini Tarifnya

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:38 WIB

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X