Hak paten yang diperoleh di Amerika Serikat dan Korea Selatan mencerminkan kesiapan ekosistem hidrogen di kedua negara tersebut.
Perjalanan akademik Irfansyah dimulai dari Pondok Pesantren Cipasung pada jenjang MTs dan SMA (2010–2016), sebelum melanjutkan studi sarjana di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Ketertarikannya pada ilmu kimia tumbuh sejak masa mondok, didorong keinginan menjadi santri yang melek sains dan teknologi.
Menurutnya, nilai-nilai pesantren seperti disiplin, ketekunan, kejujuran, dan cinta ilmu menjadi fondasi penting dalam perjalanan risetnya.
Peraih penghargaan Best Researcher DGIST 2024 itu pun berpesan kepada generasi muda agar tidak membatasi mimpi karena latar belakang.
“Bermimpilah setinggi mungkin, lalu belajar dan berdoa sekuat mungkin. Ilmu pengetahuan terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh mencarinya,” ujar Irfansyah. ***