internasional

WHO Deklarasikan Keadaan Darurat Kesehatan Global untuk Varian Ini

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:07 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)

 

JENEWA, RIAUSATU.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan keadaan darurat kesehatan global atas strain langka Ebola yang telah menewaskan puluhan orang di Republik Demokratik Kongo, Minggu (17/5/2026).

Kendati demikian, WHO tidak menyebut wabah tersebut sebagai pandemi.

"WHO dengan ini menetapkan bahwa penyakit Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo dan Uganda merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC)," kata WHO dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Minggu, dilansir kompas.com.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika menyatakan dalam pembaruan pada Sabtu (16/5/2026), total 88 kematian dan 336 kasus yang diduga terinfeksi demam berdarah yang sangat menular telah dilaporkan.

Sementara, pihak berwenang memperingatkan belum adanya vaksin atas strain baru itu.

“Strain Bundibugyo tidak memiliki vaksin, tidak ada pengobatan khusus,” kata Menteri Kesehatan Republik Demokratik Kongo, Samuel-Roger Kamba.

"Strain ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, yang dapat mencapai 50 persen," lanjutnya.

Strain virus tersebut juga telah menewaskan seorang warga negara Kongo di negara tetangga Uganda.

Vaksin hanya tersedia untuk strain Zaire yang diidentifikasi pada 1976 dan memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi, yaitu 60-90 persen.

Menurut CDC Afrika, petugas kesehatan telah mengkonfirmasi wabah terbaru di provinsi Ituri di timur laut Kongo.

"Kami telah menyaksikan orang-orang meninggal selama dua minggu terakhir," ujar Isaac Nyakulinda, seorang perwakilan masyarakat sipil setempat.

"Tidak ada tempat untuk mengisolasi orang sakit. Mereka meninggal di rumah dan jenazah mereka ditangani oleh anggota keluarga mereka," tambahnya.

Menurut Kamba, pasien nol adalah seorang perawat yang datang ke fasilitas kesehatan di Bunia, ibu kota provinsi Ituri pada 24 April, dengan gejala yang menyerupai Ebola.

Gejala penyakit ini meliputi demam, pendarahan, dan muntah.

Halaman:

Tags

Terkini