internasional

WHO Peringatkan 12 Negara Terkait Potensi Penyebaran Hantavirus, Apa Indonesia Termasuk?

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:58 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memberikan peringatan kepada 12 negara untuk memantau dan melacak penumpang yang turun dari kapal pesiar MV Hondius.

Langkah ini diambil menyusul temuan wabah hantavirus (strain Andes) yang melanda kapal tersebut.

Meski wabah diperkirakan akan tetap terbatas, WHO memperingatkan kemungkinan munculnya kasus baru dalam beberapa hari ke depan.

Update kasus dan masa inkubasi
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan pada Kamis (7/5/2026) bahwa sejauh ini telah dilaporkan lima kasus terkonfirmasi dan tiga kasus suspek, termasuk tiga orang di antaranya meninggal dunia.

Tedros menekankan bahwa masa inkubasi untuk virus strain Andes ini tergolong cukup lama, yakni mencapai enam minggu. Hal inilah yang mendasari kekhawatiran akan munculnya kasus-kasus baru di kemudian hari.

"Mengingat masa inkubasi virus Andes yang bisa mencapai enam minggu, ada kemungkinan lebih banyak kasus akan dilaporkan," ujar Tedros, Kamis, dilansir dari Times Now World, seperti dirilis kompas.com.

Senada dengan Tedros, Direktur Darurat WHO Abdi Rahman Mahamud menambahkan bahwa wabah ini diprediksi akan tetap "terbatas" selama langkah-langkah kesehatan masyarakat yang kuat dan kerja sama internasional terus dijalankan.

WHO telah menghubungi otoritas kesehatan di 12 negara terkait penumpang yang sempat turun dari kapal saat singgah di Saint Helena.

Berikut daftar 12 negara tersebut:

Belanda
Jerman
Inggris
Amerika Serikat
Swiss
Afrika Selatan
Turki
Argentina
Chile
Uruguay
Australia
Belgia.

Otoritas kesehatan di negara-negara tersebut kini tengah aktif melakukan pelacakan terhadap para penumpang beserta kontak erat mereka guna memutus rantai penularan.

Kapal MV Hondius dijadwalkan tiba di lepas pantai Tenerife, Kepulauan Canary, pada Minggu (10/5/2026).

Otoritas Spanyol telah menyiapkan operasi besar-besaran untuk mengevaluasi para penumpang dengan tetap menjaga mereka terisolasi dari penduduk setempat.

Bagi penumpang berkebangsaan non-Spanyol, rencananya mereka akan langsung direpatriasi menggunakan pesawat yang telah menunggu, meskipun jika mereka hanya menunjukkan gejala ringan.

Halaman:

Tags

Terkini