internasional

Terjadi Malam Ini, Fenomena Langka Blood Moon Sambangi Indonesia

Minggu, 7 September 2025 | 09:55 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Fenomena langka gerhana bulan total atau blood moon akan terjadi pada Minggu–Senin (7–8 September 2025).

Gerhana bulan total hanya dapat terjadi saat fase purnama, ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus.

Dalam kondisi ini, cahaya Matahari yang menuju Bulan difilter oleh atmosfer Bumi. Molekul udara menyebarkan cahaya biru, sedangkan cahaya merah menembus atmosfer dan dipantulkan ke permukaan Bulan. Akibatnya, Bulan tampak merah marun yang dikenal dengan istilah blood moon.

Dilansir dari Observatorium Bosscha, seperti dirilis kompas.com, fenomena ini akan berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin dini hari. Berikut jadwal lengkapnya dalam waktu Indonesia Barat (WIB):
22.28 WIB: gerhana penumbra dimulai
23.25 WIB: gerhana sebagian dimulai
01.11 WIB: gerhana total dimulai
02.33 WIB: gerhana total berakhir
03.39 WIB: gerhana sebagian berakhir
03.55 WIB: gerhana penumbra berakhir.

Fase totalitas, yaitu saat Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan Bumi, akan berlangsung sekitar 1 jam 22 menit.

Secara keseluruhan, gerhana ini berdurasi 3 jam 29 menit. Menurut BMKG, puncak gerhana bisa disaksikan pada 01.11 WIB, 02.11 WITA, dan 03.11 WIT.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Setyoajie Prayoedhie, menegaskan gerhana ini dapat disaksikan dari Indonesia jika cuaca cerah.

“Inshaallah bisa, asal cuaca cerah,” ujarnya.

Fenomena ini termasuk langka karena gerhana bulan total berikutnya baru akan terjadi di Indonesia pada 2033.***

Tags

Terkini