internasional

Muncul di India, Virus Nipah Belum Ditemukan Vaksinnya, Tingkat Kematian Capai 70 Persen

Selasa, 19 September 2023 | 19:18 WIB
Kelelawar, si pembawa virus Nipah. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Muncul satu lagi penyakit baru yang disebut mirip Covid-19. Penyakit ini muncul dari India dan diberi nama virus Nipah.

Virus Nipah kini sedang meneror India, khususnya di daerah Kerala bagian selatan. virus diketahui sudah menewaskan dua orang.

Virus Nipah ditemukan sejak tahun 1990-an. Korban kemarin menandakan penemuan wabah keempat sejak penyakit ini ditemukan.

Nipah memiliki kesamaan kasus dengan Covid-19. Salah satunya disebabkan oleh bentuk penularannya dan angka tingkat kematiannya yang cukup tinggi.

Mengutip dari The Guardian pada Selasa, 19 September 2023, dilansir Pikiran-Rakyat.com, Nipah diklaim sebagai virus langka yang ditularkan oleh kelelawar. Ini memiliki kesamaan dengan Covid-19 yang disebabkan hewan tersebut.

Seseorang yang terkena virus nipah bisa mengalami gejala seperti demam, muntah, dan infeksi saluran pernapasan pada manusia. Kasus yang parah dapat menyebabkan kejang dan ensefalitis – peradangan otak – dan mengakibatkan koma.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah memberikan data mengenai penyakit ini. Disebutkan Nipah memiliki angka kematian tinggi yakni mencapai 40-75 persen.

Lebih menyeramkan lagi, penyakit ini belum ditemukan vaksinnya. Belum ditemukan juga pengobatan yang bisa dilakukan oleh si pasien.

Penyebaran

Virus Nipah mirip dengan Covid-19 bisa menyebar secara langsung melalui kontak dengan cairan tubuh kelelawar atau babi yang sudah terinfeksi.

Ahli Molekuler di Universitas Sunshine Coast, Joanne Macdonald menjelaskan jika penularan dari penyakit ini bisa disebabkan berbagai hal.

"Ini dibawa oleh kelelawar buah yang hinggap di puncak pohon. Mereka bisa buang air kecil dan mencemari buah. Dan ketika orang memakannya, mereka tertular virus dan kemudian jatuh sakit," kata dia.

Joanne menyatakan jika memang penyakit ini belum ada obatnya.

"Setelah Anda mendapatkannya (satu-satunya pengobatan adalah) istirahat, hidrasi, dan pengobatan gejala," tuturnya.

Nipah masuk dalam salah satu jenis Henipavirus yang berkerabat dengan virus Hendra. Hendra merupakan virus yang ditemukan di Australia dan menyebabkan kematian pada manusia dan kuda.

Halaman:

Tags

Terkini