hukrim

Diduga Aniaya Pedagang Martabak, Netizen: Apa Arogansi Sikap Semua PNS?

Sabtu, 4 Februari 2023 | 11:58 WIB
Ilustrasi penganiayaan. (f: int)

BANDAR LAMPUNG, RIAUSATU.COM - Seorang pedagang martabak di Jalan Gajah Mada, samping Rumah Sakit (RS) Graha Husada, Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, diduga dianiaya oleh pria berseragam Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pelaku diduga merasa tak terima saat ditegur untuk tidak memarkirkan mobilnya secara sembarangan.

Video rekaman CCTV yang diunggah oleh akun Twitter @Nihann_01 itu seketika viral dan banyak mendapatkan respon dari netizen Indonesia.

Bahkan, ada salah satu netizen yang mempertanyakan apakah arogansi merupakan sikap semua PNS? Pasalnya, beberapa kejadian yang melibatkan Pegawai Negeri Sipil sebagai pelaku arogansi terhadap warga sipil sebelumnya juga pernah terjadi.

Sementara itu, netizen lain mengatakan bahwa dirinya juga pernah mendapat teguran serupa dan hal tersebut sudah menjadi risiko jika parkir mobil di depan sebuah toko.

"Itulah risiko bawa mobil susah parkir untuk tempat-tempat tertentu. Saya sering juga ditegur pas terpaksa parkir depan toko dan sebagainya, tapi ya nggak marah-marah kayak gitu," ujar pemilik akun @Saxxx, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Kejadian berawal ketika pedagang martabak menegur pelaku diduga karena merasa daganganya tertutup oleh mobil dari pria berseragam PNS itu, sehingga ia menyampaikan kepada pelaku agar tidak memarkirkan mobil tersebut di depan gerobaknya.

Pedagang martabak tersebut juga sempat memberikan saran kepada pelaku untuk memarkirkan mobilnya di minimarket yang lokasinya tidak jauh dari tempat itu.

Namun, kejadian yang berawal dari teguran pedagang martabak kepada pria yang diduga oknum PNS itu berujung pada tindak kekerasan.

Pelaku yang memakai seragam PNS tersebut juga tampak beberapa kali mendorong korban dan sempat menoyor kepalanya.

Tak puas dengan itu, pelaku masuk ke dalam mobil untuk mengambil sebilah besi dan kembali menghampiri penjual martabak sambil marah dan memukulkan sebilah besi ke tiang.

Setelah itu, terlihat seorang pria lain datang menghampiri dan memisahkan keduanya (menjadi penengah). Tak berselang lama setelah datangnya pihak ketiga yang memisahkan, oknum PNS tersebut tampak kembali ke mobil dan pergi meninggalkan lokasi.

Sedangkan, pedagang martabak yang menjadi korban aksi arogansi dan kekerasan oleh oknum diduga PNS itu hanya bisa diam dan melihat kepergian pelaku.***

Tags

Terkini