hukrim

Mery Minta Polisi Segera Temukan Hewan Peliharaannya dan Menangkap Pelaku

Rabu, 30 November 2022 | 11:08 WIB
Terduga pelaku terekam CCTV (atas), Hlhewan peliharaan korban yang dicuri pelaku (bawah) (ist)

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Mery (53) warga jalan Angkasa kelurahan Air Hitam Pekanbaru, mendatangi Mapolsek Payung Sekaki, di jalan Payung Sekaki samping kantor Camat Payung Sekaki, Kamis (24/11/2022) lalu, melaporkan kejadian atas hilangnya pencurian terhadap hewan peliharaannya anjing.

Diceritakan Mery kepada riausatu.com saat di Mapolsek Payung Sekaki, Minggu (27/11/2022), dirinya mendatangi Kantor polisi untuk melaporkan atas pencurian hewan peliharaan anjing kesayangannya yang terpantau di CCTV yang dibawa oleh pelaku berjumlah 2 orang menggunakan sepeda motor, pada Selasa malam (22/11/2022).

Mery mengatakan kepada riausatu.com, dirinya datang ke Mapolsek Payung Sekaki itu karena permintaan penyidik untuk membawa saksi.

"Anjing yang kecil berjenis super mini pop, yang satu lagi yang besar jenis kelamin betina itu yang hilang diambil orang," ujarnya kepada riausatu.com, Minggu (27/11/2022) di Mapolsek Payung Sekaki Pekanbaru.

Diuraikan Mery, anjing yang kecil pada saat itu nampak tetangga lagi berada di luar dan ia pun di telepon tetangga.

"Langsung saja saya buka pintu, dan saya lihat, anjing yang besar malahan tidak ada. Dan saya pun langsung jalan kaki keliling mencari anjing yang besar, hasilnya tidak ada. Lalu saya bawa sepeda motor mencari keliling dan tidak ada juga. Lalu di rumah, saya lihat CCTV, disitu saya lihat ada 2 orang yang mengambil anjing saya dengan cara dijerat dan diseret pake kawat. Dua pelaku yang mengambil anjing saya itu pakai sepeda motor Vixion warna merah," bebernya.

Mery pun mengaku kenal dengan pelaku Fir, karena terpantau jelas wajahnya di kamera CCTV.

"Setelah saya lihat dia pelaknya, saya langsung ke rumahnya. Dan bapaknya mengaku kalau anaknya tidak pulang semalam dan sering mangkal di Pasar Maronan Jaya Palas dan juga mangkal di warnet dekat Pastoran GBI. Malam itu juga, bapaknya dan saya ikut mencari Fir, tapi tidak jumpa. Ketika dicoba untuk saya suruh hubungi, bapaknya bilang kalau anaknya tidak ada HP," kata Mery.

Karena niat baik bapaknya yang ikut mencari hilangnya anjing saya, sambung Mery, maka hari itu saya tidak melapor ke polisi.

"Dan keesokan harinya, anjing saya tidak balik, lalu saya melapor ke Polsek Payung Sekaki. Setibanya di Mapolsek Payung Sekaki, saya dimintai berkas-berkas untuk bukti, dan saya berikan semuanya mulai foto anjing saya, bukti CCTV dan lainnya. Lalu, setelah laporan saya diterima penyidik, penyidik menyebutkan kalau Buser sudah turun. Saya pun pada saat itu senang dan saya sampaikan ke kawan saya kalau polisi sudah bekerja dengan baik," ungkapnya.

Dan besok sorenya, sambung Mery lagi, Buser hubungi saya minta tolong ke rumah orangtua pelaku dan share lokasi.

"Jadi untuk apa saya ke kantor polisi dan ngasih semua berkas-berkas yang diminta polisi itu. Walau saya agak kesal dan marah, tapi saya kirim lagi. Besoknya, Sabtu pagi, saya dihubungi lagi. Dan sampai Minggu ini saya pun dihubungi penyidik untuk membawa saksi ke kantor polisi. Jadi saya kesal, kenapa tidak dari kemarin bilang kalau bawa saksi. Jadi saya ini dibuat seperti 'pimpong'. Emosilah saya. Saya melaporkan ini karena yang hilang ini makhluk hidup, hewan peliharaan kesayangan saya. Dan saya menilai polisi kerjanya lamban atau tidak bekerja sama sekali nampaknya," ungkapnya kesal.

Masih diceritakan Mery, hari kedua sebelum saat melapor ke polisi, abangnya si Fir nelpon saya dan ngasih tahu kalau abangnya si Fir ketemu penadahnya.

"Kata penadahnya, anjing ibu sudah dikembalikan. Dan saya pun pulang ke rumah sambil pantau CCTV melihat anjing saya dikembalikan, ternyata tidak ada dikembalikan juga," kata Mery.

Halaman:

Terkini