hukrim

Polda Riau Tetapkan Pegawai Bea Cukai Tembilahan Tersangka Kasus Pembunuhan Haji Permata

Kamis, 6 Oktober 2022 | 12:57 WIB
Mapolda Riau (ft: int)

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Kasus kematian Haji Permata, seorang pengusaha ternama asal Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya terkuak. Setelah setahun lebih menyelidikinya, Polda Riau, akhirnya menetapkan satu orang tersangka.

Tersangka tersebut inisial B, yang merupakan pegawai Bea Cukai Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Penyidik Ditreskrimum Polda Riau menemukan bukti keterlibatan B dalam kasus penembakan korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan mengatakan, penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik melakukan upaya penyelidikan serta gelar perkara atas kasus tersebut.

"Sudah ditetapkan tersangka satu orang inisial B, pegawai Bea Cukai," kata Asep, Kamis (6/10/2022).

Menurut mantan Kapolres Kampar ini, penyidik sudah melakukan rekontruksi bagaimana sebenarnya peristiwa penembakan Haji Permata tersebut. Luka tembak di dada korban berasal dari letusan senjata milik pegawai bea cukai ini.

"Proyektil peluru dengan senjatanya sama. Kami juga sudah memeriksa yang bersangkutan. Dimana dirinya mengaku ada mengeluarkan tembakan," ungkap Asep.

Kombes Asep menjelaskan saat ini berkas tersangka juga telah dilimpahkan ke Kejati Riau dalam proses tahap I. Langkah ini untuk dilakukan penelitian guna memastikan kelengkapan syarat formil maupun materil perkara.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) menggagalkan upaya penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal pada Jumat (15/1/2021) silam. Di peristiwa tersebut, Haji Permata tewas tertembak, sedangkan rombongannya yang lain selamat.

Keluarga korban yang tak terima atas penembakan itu, kemudian membuat laporan tas dugaan pembunuhan ke Polda Kepri, dan dilimpahkan ke Polda Riau terhitung 18 Januari kemarin.

Jumhan alias Haji Permata tewas diatas kapal speedboat yang ditumpanginya usai lima butir peluru bersarang di dadanya pada saat pengungkapan penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal.

Peluru dari senapan petugas Bea Cukai itu menembus hingga ke dadanya. Sedangkan nahkoda kapal, Baharudin yang tertembak di bagian kepala dan juga tewas dalam penggerebekan tersebut.

Baharudin sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa (19/1/2021) silam. Jenazah korban dibawa ke Tembilahan, Inhil untuk dimakamkan.

Halaman:

Tags

Terkini