PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Forum Aktivis Mahasiswa Riau (FAMR) meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau mengusut kasus dugaan kongkalingkong (permainan) dalam proses tender di Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau.
"FAMR meminta Kejati Riau memeriksa Ali Subagyo, Kabid Bina Marga PUPR PKPP Riau, karena belum menerbitkan surat penunjukan penyedia barang atau jasa (SPPBJ), yang bisa membuat mangkraknya pembangunan jalan Lubuk Kandis-Pangkalan Kasai," sebut Paulinus Waruwu.
Dalam surat pemberitahuan rencana aksi unjuk rasa di Kejati Riau pada Jumat, 9 September 2022 yang diperoleh riausatu.com, Koordinator Lapangan FAMR itu juga meminta Kejati Riau membuat tim khusus untuk segera survei turun ke lokasi menilai kinerja Ali Subagyo.
Dia heran, CV. Arafah sudah memenangkan tender tetapi belum mendapatkan klarifikasi resmi atas keterlambatan penerbitan SPPBJ dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga menjabat Kabid Bina Marga Dinas PUPR Riau, Ali Subagyo.
Seperti diberitakan, pemenang tender proyek di Dinas PUPR PKPP Riau, mempertanyakan belum diterbitkannya SPPBJ paket Pembangunan Jalan Lubuk Kandis - Pangkalan Kasai (Tender Ulang) TA 2022, yang dimenangkan CV Arafah, dengan penawaran Rp4.974.585.278,81.
Perusahaan pemenang menyesalkan tidak adanya klarifikasi resmi atas tidak kunjung keluarnya penerbitan SPPBJ dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR PKKP Riau, Ali Subagyo.
“Dalam jadwal di LPSE Riau, penerbitan SPPBJ untuk pemenang tender paket dimaksud antara 10 s/d 15 Agustus 2022, akan tetapi hingga hari ini pemenang belum menerima SPPBJ,” ujar sumber yang minta namanya dirahasiakan.
Menurutnya, CV Arafah lagi mempersiapkan somasi. Dan, kalau tidak ditanggapi juga, mereka akan melakukan upaya hukum atas sikap Ali Subagyo, yang tidak menerbitkan SPPBJ tanpa pemberitahuan dan dasar yang jelas.
Dikonfirmasi riausatu.com via WhatsApp, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Riau sekaligus PPK, Ali Subagyo, tidak menjawab klafirikasi yang dikirim. Sampai berita ini tayang, hanya rekaman suara berdurasi enam detik yang dikirim, tapi hanya terdengar suara kresek-kresek. ***