hukrim

Pasutri di Tembilahan Syok Berat, Teringat Kepala Bayinya Putus Proses Persalinan

Kamis, 1 September 2022 | 14:51 WIB
Ilustrasi proses persalinan. (f: internet)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM Pasangan suami istri, Khaidir dan Nova Hidayati, syok berat. Pasalnya, buah dari perkawinannya yang dinantikan selama sembilan bulan meninggal dunia saat proses persalinan di Puskesmas. Sedihnya lagi, kondisi kepala bayi putus.

Saat ini warga Jalan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau mengaku masih berdiskusi dengan keluarga untuk memutuskan gugatan terhadap Puskesmas Gajah Mada, tempat proses persalinan bayi itu melalui pengacaranya Hendri Irawan.

Khaidir mengaku masih syok, apalagi ia menyaksikan secara langsung proses persalinan istrinya di Puskesmas Gajah Mada pada Jumat (26/8/2022) kemarin, sekitar pukul 23.00 WIB. 

"Saya masih syok, apalagi saat proses persalinan istri saya, nyawa anak saya hilang," ujar Khaidir, Kamis (1/9/2022) siang.

Dirinya mengisahkan, awalnya sang istri mengalami kontraksi dan pecah air ketuban sewaktu rumah. Khaidir langsung bergegas mencari bantuan dengan meminta mobil ambulans Puskesmas Gajah Mada.

Setibanya di ruang Unit Gawat Darurat (UGD), bidan langsung memeriksa kondisi istri dan bayinya. Terlihat bokong dan pinggang si bayi.

"Kemudian bidan langsung melakukan proses persalinan, saya ikut melihatnya langsung. Awalnya kaki bayi yang dikeluarkan, lalu tangan. Kepala bayi masih di dalam sulit dikeluarkan," tutur Khaidir.

Beberapa saat kemudian, lanjut Khaidir, bidan terus mencoba dengan menarik tubuh bayi beberapa kali hingga ada bidan lainnya harus naik ke atas tempat persalinan untuk membantu proses persalinan.

"Setelah itu bayi saya keluar, tapi terpisah dari kepala. Jadi kepala bayi saya masih tertinggal di dalam rahim. Kepala bayi saya putus," kata Khaidir dengan nada lirih.

Sontak kondisi tersebut membuat kepanikan. Bidan di Puskesmas langsung membawa ibu bayi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, untuk mengeluarkan kepala bayi yang masih tertinggal.

Tim medis RSUD Puri Husada berencana mengambil tindakan operasi untuk mengeluarkan kepala bayi. Namun, kepala bayi akhirnya keluar setelah sang ibu mengejan dengan sekuat tenaga.

"Istri saya tahu bahwa yang tertinggal itu kepala bayi. Istri mencoba terus mengejan sekuat tenaga, dan akhirnya keluarlah kepala bayi tanpa harus operasi sesar," ungkapnya.

Hendri mengungkapkan, saat proses persalinan di UGD RSUD Puri Husada Tembilahan, dokter juga terlihat syok dan langsung terduduk di kursi. Dokter syok melihat kondisi kepala bayi yang keluar.

"Saya bingung dari awal kenapa istri saya tidak dioperasi kalau tidak normal dan membahayakan. Tapi, saya masih bersyukur istri saya diberikan keselamatan," kata Khaidir.

Kini, Nova telah kembali ke rumah mereka. Sedangkan jasad sang bayi dimakamkan dengan kondisi kepala dan badan tidak tersambung.

Halaman:

Tags

Terkini