PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Terkait diduga mengandung unsur provokatif dalam sebuah situs berita (Siber) wahanariau.com yang diberi judul 'Kapolda Riau: Negara Boleh Tak Ada Tentara, Tapi Polisi Harus Ada' yang diposting pada Jumat (20/10/2017), Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH menyatakan klarifikasinya dihadapan puluhan Awak Media yang hadir dan juga dihadiri Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Edy Afrizal Natar Nasution SIP, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Riau Marsma TNI Rakhman Haryadi SA MBA MSc NSS, Wakapolda Riau serta Pejabat Utama Polda Riau, Kabid Humas Polda Riau dan Pjs Kapenrem 031 Wira Bima, Minggu malam (22/10/2017) di Aula Tribrata lantai II, Polda Riau.
"Malam ini ingin saya menyampaikan klarifikasi. Sementara teman-teman pada saat acara silaturrahmi itu sudah jelas yang saya jelaskan itu tentang bagaimana kemitraan antara Polri dengan Media. Dalam hal ini, waktu itu saya memberikan ilustrasi hanya untuk gambaran, tapi bukan kaitannya dengan Negara Kesatuan RI. Karena kita tahu bersama, tiap-tiap negara itu kan punya sejarah yang berbeda-beda. Nah untuk kita, bahwa TNI yang kuat, rakyat yang dipercaya itu merupakan modal dasar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Kapolda Riau dihadapan awak media.
Sambung Kapolda, demikian juga bahwa TNI itu merupakan pilar bangsa ini untuk pengawal bangsa bersama-sama dengan Polri dan juga Rakyat.
"Jadi, tentang judul berita tersebut, kita sebenarnya menjelaskan tentang apa yang harus dikerjakan oleh Kepolisian dan bagaimana peran dari media pada saat malam itu. Saya kira itu yang perlu saya klarifikasi, bahwa judul itu tidak pernah dibahas didalam pertemuan tersebut dan saya menjelaskan tentang bagaimana kerjasama Polda Riau dengan para awak media," terang Kapolda Riau.
Perlu rekan-rekan media ketahui, kata Kapolda Riau, bahwa hubungan TNI-Polri, Korem dengan Polda Riau selama ini cukup baik dan sangat harmonis kebersamaan dalam setiap aktivitas kegiatan yang ada di Riau ini.
"Saya perlu klarifikasi bahwa berita itu tidak seperti yang saya katakan, seperti dalam judul tadi," jelas Kapolda Riau.
Sementara itu, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Edy Afrizal Natar Nasution SIP yang berkesempatan hadir, mengatakan bahwa pertemuan malam ini untuk mengkonfirmasi berita yang telah sempat jadi viral.
"Kita sudah dengar konfirmasi dari beliau. Karena saya sendiri tidak ada pada saat itu. Tetapi sebelum kita kumpul itu tadi, saya sore tadi begitu mendapat informasi, saya langsung telepon beliau untuk mengkonfirmasikan bagaimana kok ada berita seperti ini. Beliau sendiri juga kaget, karena belum membaca itu, terus menyampaikan Bang, itu tidak seperti itu. Jadi saya pada malam itu memang sedang bersilaturrahmi untuk ramah-tamah dengan awak media. Kebetulan pada saat itu juga ada pejabat Kabinda yang baru sedang ingin bersilaturrahmi dengan saya, karena kebetulan waktunya bersamaan, diundang sekalian untuk makan malam. Sehingga penjelasan dari Kapolda seperti itu, ya saya bisa memahami itu. Kemudian kondisi itu saya juga laporkan kepada Pangdam I/Bukit Barisan atasan saya untuk menjelaskan duduk persoalannya seperti ini," kata Danrem.
Tentunya, sambung Danrem, yang bisa mengkonfirmasi adalah awak media, Kapolda dan Kabinda yang pada saat itu ada.
"Kalau ditanya penjelasan tentang hubungan TNI-Polri, kita sangat baik. Bahkan sebelum beliau datang kemarin, saya dengan Kapolda yang lama pak Zulkarnain itu punya hubungan yang cukup baik. Karena pada saat saya jadi Dandim di Ogan Hilir, beliau Kapolres. Saking mesranya hubungan kita disana, setiap tanggal 17 apel bulanan pada saat itu, kalau dilaksanakan di Kodim, Irupnya Kapolres. kalau dilaksanakan di Polres, Irupnya Dandim. Dan itu bergantian setiap bulan. Kemesraan hubungan itu ketika saya masuk, saya belum menjabat, tapi saya sudah ada disini menelepon beliau bikin acara Subuh Bersama di Brimob sampai saya diantar pakai Baracuda kesini digendong. Dan itu memperlihatkan bahwa memang harmonisasi hubungan kita. Dan saya yakin, beliau pun menyampaikan itu sudah beliau sampaikan juga ke pejabat yang baru. Dan kami juga sudah membangun komunikasi itu. Kalau ditanya hubungan TNI-Polri disini, saya kira sangat baik termasuk juga dengan anggota-anggota kita. Tapi kalau masalah pemberitaan, itulah yang tadi yang bisa saya konfirmasikan," jelas Danrem.
Kabinda Riau Marsma TNI Rakhman Haryadi SA MBA MSc NSS dihadapan Insan Pers juga menyampaikan bahwa yang sudah terjadi ini tidak bisa begitu saja hilang.
"Tapi saya yakin bahwa rekan-rekan hadir disana benar apa yang dibicarakan oleh bapak Kapolda. Saya hadir disana kebetulan saya sebagai Kabinda yang baru hari ketujuh disini, bekerja baru hari kelima. Saya ingin bersilaturrahmi kepada Danrem, Kapolda, Gubernur. Dan kebetulan hari Kamis janjian kami, beliau ada acara malam kamis itu dengan para wartawan dan saya diajak oleh beliau, ya kebetulan beliau menghormati saya sebagai senior walau pangkat saya lebih rendah dari beliau, saya diajak Mari Bang Kita Makan-makan Bersama. Jadi saya hadir disana dalam rangka undangan untuk bersilaturrahmi sekalian berkenalan juga dengan wartawan. Menurut saya ini suatu kesempatan yang sangat baik. Kemudian beliau memberikan sambutan. Menurut saya, apa yang beliau sambut itu intinya sudah beliau jelaskan, rekan-rekan juga mendengar bagaimana beliau merasa sangat perlu hubungan antara institusi Polda. Kenapa saya bilang Polda? Karena memang rekan-rekan Polda saat itu karena judulnya disanakan silaturrahmi Kapolda dengan para wartawan. Jadi kalau beliau ngomong Polda, ya memang karena saat itu Polda mengundang rekan-rekan wartawan. Dan apa yang ada didalamnya, tidak ada satupun yang menyinggung tentang antara TNI-Polri. Beliau memberikan suatu contoh, memang mungkin orang ini tidak ada di tempat. Kalau dia di tempat, pasti dia mendengar hal-hal yang timbul karena judul yang diberikannya sangat provokatif menurut saya. Tapi, itu sudah terjadi. Dan saya katakan sebetulnya itu tidak ada. Saya berani katakan dan saya yakin bahwa rekan-rekan juga ada disana. Mudah-mudahan dengan klarifikasi saya ini juga bisa memberikan sesuatu nuansa yang baik dari rekan-rekan wartawan bisa mewartakan agar tidak terjadi heboh yang besar, tidak hanya di Riau tapi di Indonesia," urai Kabinda Riau.(fat)