TEMBILAHAN, RIAUSATU.COM-Kepolisian Resor Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau menyelidiki pengeroyokan yang dilakukan oleh dua oknum polisi setempat hingga diduga menyebabkan kematian seorang warga.
''Anggota sudah diamankan. Sekarang sedang diperiksa Propam (Polres Inhil),'' kata Kapolres Inhil, AKBP Dolifar Manurung di Pekanbaru, Kamis.
Informasi yang dirangkum, kedua oknum polisi tersebut berinisial Brigadir DH dan Briptu MP. Dia mengatakan masih terus menyelidiki kasus tersebut. Untuk sementara, kedua anggotanya itu masih berstatus sebagai terperiksa.
Namun begitu, dari pemeriksaan sementara kedua oknum tesebut membantah telah memukuli korban yang merupakan warga Desa Petalongan, Kecamatan Keritang bernama Indra Gamal (55).
Menurut Dolifar, keduanya hanya melumpuhkan korban karena berupaya melawan saat akan ditangkap. Korban ditangkap karena diduga menjadi pengedar narkoba. "Dari tangan pelaku diamankan 5 gram sabu-sabu," ujarnya.
Sementara itu, anak kandung Indra Gamal, Wan Polo Saputra (26) mengisahkan peristiwa penganiayaan itu terjadi di KM 8 Desa Petalongan pada Sabtu malam (5/8) sekitar pukul 23.00 WIB. Jarak lokasi pemukulan dengan rumahnya sekitar 1 Kilometer. Saat itu, ia mendapat kabar dari warga bahwa ayahnya sedang dianiaya oleh empat orang.
Mendapat kabar itu, dia bersama anggota keluarganya langsung menuju tempat kejadian dan melihat ayahnya dalam kondisi kritis dengan tangan diborgol.
''Saya melihat ayah saya dalam keadaan tangan diborgol dengan kondisi tidak berdaya,'' ujarnya, sebagaimana dilansir Antara.
Mendapati ayahnya dalam kondisi tidak berdaya dengan tangan diborgol, Wan sempat menanyakan alasan pemukulan itu. Salah seorang diantara pelaku mengatakan bahwa mereka dari Polres Inhil. Karena warga semakin ramai, lanjutnya, keempat orang itu langsung melarikan diri tanpa sempat menjawab pertanyaan Wan.
''Setelah mereka kabur, saya membawa ayah ke rumah dan membuka borgol. Kondisi borgol terkunci jadi saya buka dengan tang,'' ujarnya.
Ia mengatakan sempat menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada ayahnya itu. "Tapi beliau tidak bisa ngomong lagi. Kemudian ayah dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Ia menuturkan, pemeriksaan medis menyebutkan ayahnya mengalami sejumlah luka pada bagian leher, bahu, punggung, sementara perutnya membengkak. Ayahnya sempat mendapat perawatan namun dibawa pulang pada Minggu pagi (6/8).
''Ayah terus meminta pulang. Mungkin karena trauma,'' lanjutnya.
Sesampai di rumah, kondisinya terus memburuk dan tidak sadarkan diri. ''Ayah sempat kita bawa ke klinik. Tapi nayawanya tidak tertolong,'' katanya.
Wan mengatakan telah melaporkan kejadian ini ke Propam Polres Indragiri Hulu pada hari ini. Polisi, lanjutnya, berjanji akan mengusut kasus ini. Dia berharap Polres Indragiri Hilir dapat mengusut hingga tuntas dan memperoleh keadilan. (dri)