PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Tim Satuan Tugas Udara Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru menemukan 80 hektar lahan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Kabupaten Pelalawan terbakar. Petugas menduga kuat, adanya aktivitas perambahan di kawasan yang seharusnya dilindungi itu. Hal itu karena terlihat pondok yang dibangun sekelompok orang, Senin (4/7/2016).
Kasibaseops Disops Lanud Roesmin Nurjadin, Mayor Lek Ferry Duwantoro mengatakan, kebakaran 80 hektar di lokasi tersebut sudah terjadi sehari yang lalu. ''Saat ini, Satgas Udara sedang berjuang melakukan bom air dengan menggunakan helikopter,'' kata Mayor Lek.
Selain menemukan lahan terbakar, hasil patroli Satgas Udara yang menggunakan pesawat Air Tractor di atas kawasan TNTN ini juga menemukan pondok atau bangunan semi permanen tepat di sudut lokasi lahan yang terbakar.
Ferry menduga lahan tersebut sengaja dibakar oleh kelompok tertentu karena melihat dari adanya jalan setapak dan bekas tumbangan pohon. ''Diduga lahan itu sengaja dibakar. Akan kita lakukan penyelidikan, terkait apa berdirinya pondok tersebut dan siapa penghuninya,'' kata Ferry.
Satgas darat dan udara memfokuskan pemadaman titik api di Kabupaten Rohil, karena ada laporan munculnya titik panas di sana. ''Selain pemadaman, kita juga mengantisipasi agar api tidak menyebar luas karena cuaca sangat panas,'' ucap Ferry, sebagaimana dilansir merdeka.com.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Sugarin mengatakan, pihaknya memantau ada sekitar 15 sebaran titik panas di Riau, di antaranya kabupaten Bengkalis satu titik, Kepulauan Meranti satu titik panas, Rokan Hilit tiga titik panas dan Pelalawan 10 titik panas.
''Dari jumlah titik panas itu, terhitung ada enam titik api di Pelalawan, dua titik di Rokan Hilir dan satu titik di Kepulauan Meranti,'' ucap Sugarin. (dri)