PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Aksi perampokan dengan menggunakan senjata tajam maupun senjata api terus saja terjadi di Pekanbaru. Meski beberapa hari sebelumnya, dua kejadian perampokan bersenpi di teras Bank BRI dan perampokan bersamurai di Indomaret berhasil diungkap polisi, namun peristiwa curas serupa ternyata kembali terulang.
Kali ini korbannya adalah Zulfirman Andry (19). Mahasiswa Universitas Riau (UR) tersebut dirampok oleh tiga orang yang tak dikenalnya sambil ditodong dengan menggunakan pisau.
Menurut Kapolsek Tampan, AKP Rezi Darmawan, perampokan itu sendiri dialami korban ketika sedang berada di rumahnya di Jalan Bina Widya, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kamis (19/05/16) pukul 02.00 WIB dinihari kemarin. Awalnya, sambung Rezi, korban yang hendak tidur lebih dulu bergegas menutup dan mengunci pintu rumahnya.
Tapi hanya hitungan kurang lebih tiga jam kemudian, korban justru terbangun karena mendengar suara gaduh orang membuka kunci gembok di rumahnya.
''Merasa terganggu, korban pun lalu memeriksa darimana sumber suara tersebut. Korban kemudian menuju pintu rumah untuk memastikannya. Saat itulah tiba-tiba korban ditodong pisau oleh pelaku. Pelaku berjumlah tiga orang, membawa pisau dan linggis,'' ujar Rezi menjawab konfirmasi riauterkini.com, Jum'at (20/05/16).
Ketika menjalankan aksinya, para pelaku juga mengambil sejumlah harta berharga milik korban. Mulai dari satu unit sepeda motor Honda Supra X, satu unit laptop merk Acer, satu unit handphone Samsung, stabilizer serta tabung gas dari rumah korban.
''Kita masih lakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari para pelaku. Berdasarkan kesaksian dan keterangan korban, ciri-ciri pelaku sudah kita kantongi,'' tutupnya. (dri)