hukrim

Oknum Polisi yang Ludahi Presiden Mahasiswa UIR Mengaku Sempat Dikeroyok

Redaktur
Selasa, 26 April 2016 | 16:22 WIB

PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Insiden kecil yang terjadi antara oknum polisi berinisial D dengan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Riau (UIR) saat kedatangan Komisioner KPK, Senin (25/4/2016) ternyata berbuntut panjang. Usai dilaporkan mahasiswa ke Mapolda Riau, oknum polisi tersebut balas melaporkan mahasiswa atas dugaan pengeroyokan.

Meski sudah minta maaf secara langsung dan terbuka ke mahasiswa terkait sikapnya yang meludahi Presiden Mahasiswa UIR, Pirka Maulana, nyatanya sang oknum tersebut tetap dilaporkan ke Mapolda Riau atas sangkaan perbuatan tidak menyenangkan. Menanggapi itu, D pun mengambil sikap tegas.

Senin (25/4/2016) malam, D yang bertugas di Mapolsek Bukit Raya ini melaporkan balik mahasiswa itu atas dugaan pengeroyokan ke Mapolresta Pekanbaru. Itu dilakukan lantaran saat keributan terjadi, D sempat dikeroyok. Beruntung ia berhasil melarikan diri dari beberapa orang mahasiswa yang mendekatinya ketika itu.

''Kita terima laporannya dan kita tindak lanjuti. Nanti kita pelajari apa yang jadi inti masalahnya. Masing-masing kita ambil keterangannya, termasuk korban dan saksi-saksi saat itu,'' kata Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono menjawab GoRiau.com, Senin malam saat dihubungi melalui ponselnya.

Hal ini penting dilakukan, mengingat kepolisian punya standar operasional prosedur (SOP) khususnya dalam pengamanan, apalagi itu adalah tamu VIP (komisioner KPK). "Nanti kita cermati, apakah penyerahan petisi yang jadi awal masalahnya tersebut masuk dalam rangkaian acara atau tidak. Kalau tidak, memang tugas polisi mencegah supaya ini tidak terjadi," ulas dia.

''Sudah tugas kita agar pelaksanaan kegiatan berjalan kondusif. Kan pemicunya karena adanya aksi pemberian petisi hingga timbul keributan kecil yang berujung sikap kurang pas dari anggota kita. Jika ada rangkaian kegiatan (di luar) agenda semestinya nanti tidak produktif. Itu yang ingin kita cegah dengan tetap menjaga situasi. Namun malah terjadi yang seperti ini,'' tegas Putut.

Masih terkait ini, Kapolsek Bukit Raya, Kompol Ricky Richardo yang dihubungi GoRiau.com membenarkan kalau anggotanya (D) mengalami insiden pengeroyokan oleh beberapa mahasiswa ini. ''Kita ada bukti-buktinya. Anggota kita sempat dikeroyok, makanya dia kabur,'' beber Ricky.

Meski demikian, Ricky tak menampik oknum jajaranya (D) melakukan aksi dengan meludahi Presiden Mahasiswa UIR. ''Itu benar terjadi, namun anggota kita sudah minta maaf secara langsung dan terbuka sesuai permintaan rekan-rekan mahasiswa. Permintaan maaf ini sudah diterima siang itu,'' tukasnya.

Senada dengan atasannya (Wakapolresta), Kompol Ricky juga meyakinkan kalau anggotanya memang bertugas mengamankan proses acara KPK tersebut. ''Pemberian petisi ini tidak masuk agenda acara, kita sudah rundingkan itu dengan mahasiswa, namun mereka bersikeras ingin mendatangi Komisioner KPK, dan terjadilah keributan itu,'' singkatnya. (dri)


Tags

Terkini