PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Zulkifli Panjaitan, korban yang mengaku ditampar Bupati Inhu (Indragiri Hulu) H. Yopi Arianto SE, mengatakan bahwa tindakannya melaporkan Bupati Yopi ke aparat kepolisian dimaksudkan untuk menjaga nama baik dirinya, para rekan wartawan, keluarga, media tempat ia bekerja, dan organisasi PWI.
''Saya disarankan oleh redaksi saya melaporkan masalah ini ke Polda Riau,'' katanya. ''Laporan ini juga sekaligus untuk membuktikan bahwa fitnah uang yang ditujukan kepada saya dan rekan-rekan saya tidak benar," kata dia.
"Isu (fitnah uang-Red) ini sepertinya diciptakan,'' tambah Zulkifli.
Zulkifli datang ke Mopolda Riau didampingi anak-anak dan istrinya, Gerry Nasri selaku Pimpinan Redaksi Harian Detil tempatnya bekerja, Sekretaris PWI Riau Eka Putra, dan Ketua Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Pekanbaru Fachrurrazi, Sabtu (1/8) sekitar pukul 20.00 Wib.
Pada malam itu juga, usai melapor di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), penyidik Ditreskrimum Polda Riau langsung meminta keterangan Zulkifli yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Diterangkan Zulkifli, masalah penamparan yang dilakukan Bupati Yopi terhadap dirinya di depan kantor PWI Inhu, yang terjadi Kamis (30/7) kemarin, secara pribadi telah dimaafkan atas tindakan yang dilakukannya.
Zulkifli mengakui bahwa memang benar Bupati Yopi menamparnya sebanyak tiga kali, sambil memprotes berita yang terbit di media tempatnya bekerja.
Awalnya Zulkifli merasa tak diterima diperlakukan seperti itu di hadapan masyarakat dan pejabat. Sehingga sempat curhat kepada rekan media, bahkan sempat melaporkan kejadian itu secara lisan ke Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo.
Namun, satu hari setelah kejadian, tepatnya Jumat (31/7), Bupati Yopi datang ke Kantor PWI Inhu bertemu dengan dirinya dan sejumlah wartawan. Dalam kesempatan itu Bupati Yopi mengatakan bahwa dia merasa dekat dan akrab dengan Zulkifli, bahkan sering bercanda.
''Secara manusiawi saya memaafkan tindakannya. Pertimbangan saya saat itu karena almarhum orangtua Yopi (Sugianto) sudah seperti abang saya sendiri, tapi Yopi tega mempermalukan saya di depan umum apalagi saya sudah tua,'' ujar Zulkifli.
Selain itu, kata Zulkifli, pada saat Bupati Yopi datang ke kantor PWI Inhu, dia sempat menyatakan bahwa Bupati Yopi tidak menamparnya. Ini disampaikan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan diri dan keluarganya.
''Saya tidak mau masalah ini nantinya dimanfaatkan oleh lawan politik Yopi, apalagi Pilkada Inhu sudah dekat dan saya berharap Kabupaten Inhu tetap kondusif, hal ini juga menjadi pertimbangan saya sampai saya menyatakan tidak ditampar olehnya,'' ungkap Zulkifli.
Namun, sambung Zulkifli, setelah Bupati Yopi datang ke kantor PWI Inhu dengan maksud bersilaturrahmi dan bukan mengakui kesalahan serta meminta maaf atas tindakannya, muncul kabar dan fitnah di masyarakat bahwa Zulkifli dan wartawan lainnya menerima uang dari Bupati Yopi atau Sekda Inhu agar tidak memperpanjang masalah tersebut.***