hukrim

Lagi, Wartawan Kampar Kutuk Kekerasan Bupati Yopi Terhadap Jurnalis

Redaktur
Jumat, 31 Juli 2015 | 21:29 WIB

BANGKINANG, RIAUSATU.COM - Belasan wartawan Kampar menggelar aksi solidaritas di bundaran depan Balai Bupati Kampar Jalan Prof M Yamin SH, Bangkinang, Jumat (31/7/2015). Mereka mengutuk dugaan pemukulan wartawan oleh Bupati Indragiri Hulu Yopie Arianto terhadap wartawan di daerah itu, Zulkifli Panjaitan,  di kantor PWI Inhu, Kamis (30/7/2015).

Dalam aksi ini mereka juga membentangkan spanduk dan poster serta orasi singkat. Aksi ini mendapat perhatian dari masyarakat yang melintasi Jalan Prof M Yamin SH tersebut yang juga merupakan jalan nasional Riau-Sumbar.

Belasan wartawan ini merupakan gabungan wartawan dari berbagai organisasi di Kampar yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar, FWK, GWI, dan Komnas WI. Dalam aksi ini terlihat hadir Ketua PWI Kampar Aprizal, Sekretaris PWI Kampar Akhir Yani, Sekretaris FWK Apriyaldi, Ketua Komnas WI Herman L, dan Ketua GWI Firdaus Annur.

Di antara bunyi spanduk kecamatan tersebut adalah Yopi Arogan, stop kekerasan kepada pers. Wartawan juga menuliskan isi hatinya dengan tulisan Yopi biadab dan tak pantas jadi bupati. Di poster lain juga tertulis Yopi preman Kampung.

Ketua PWI Kabupaten Kampar Aprizal, didampingi Sekretaris PWI Kampar Akhir Yani ketika diminta tanggapannya terkait aksi ini menyebutkan bahwa aksi wartawan di Kampar ini sebagai bentuk keprihatinan atas tindakan kekerasan yang dilakukan oknum pejabat terhadap masyarakatnya dalam hal ini wartawan.

''Apapun proses yang telah berjalan saat ini di Inhu, apakah masuk ranah hukum atau tidak, yang jelas PWI Kampar sangat mengutuk tindakan Bupati Inhu Yopi Arianto dan jika ini dibiarkan maka kedepan pejabat semakin semena-mena terhadap masyarakatnya. Jangan mentang-mentang kita berkuasa lalu dengan seenak hati berbuat,'' tegasnya.

Menurut Aprizal, seperti dilansir riauterkini.com, siapapun yang melakukan kekerasan dan pemukulan adalah tindakan kriminal. Kecaman ini bukan karena yang dipukul itu wartawan.

''Namun apa yang terjadi di Inhu itu adalah tindakan yang melanggar hukum, apalagi sangat disayangkan sekali jika pemukulan itu benar-benar dilakukan oleh seorang pejabat yang semestinya memberikan contoh serta sebagai pengayom,'' tutupnya. (rs1)


Tags

Terkini