PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Pria bernama Zalogo, warga Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, tega menusuk istrinya Lihati (30) menggunakan pisau sangkur. Kini, pria 41 tahun itu ditahan di Mapolsek Tenayan Raya.
Informasi yang didapat dari kepolisian, Zalogo menusuk istrinya karena kesal anaknya tidak pulang ke rumah.
Pelaku awalnya mau menakut-nakuti anaknya dengan pisau sangkur, tapi sang ibu datang menghalangi dan tertusuk pisau tersebut. Korban selamat setelah sempat dirawat di rumah sakit, karena mengalami luka-luka.
"Z ditahan atas dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dia ditangkap setelah lima bulan melarikan diri ke luar kota," ujar Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya Iptu Dodi Vivino Senin (15/5/2022).
Dodi mengatakan penangkapan terhadap pelaku dilakukan setelah adanya laporan dari korban, Liahati yang merupakan istri pelaku. Peristiwa itu terjadi saat pelaku mendatangi bedeng baru bata tempat istrinya bekerja di Jalan Budi Bakti, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
"Saat itu pelaku datang untuk mengajak anaknya pulang ke rumah. Namun sang anak tidak mau dan memilih tetap berada bersama ibunya," kata Dodi Vivino.
Karena anaknya tidak mau ikut pulang, pelaku lalu mengeluarkan pisau sangkur dari dalam baju untuk mengancam anaknya.
Melihat ayahnya seperti kesetanan, si anak langsung kabur, namun pelaku berhasil menangkapnya. Saat dikejar itulah, Liahati berusaha menghalangi pelaku.
"Pelaku menusuk korban tepat di bagian dada sebelah kiri, kening, tangan dan kaki. Korban langsung dibawa ke rumah sakit," sebut Dodi.
Korban Liahati melaporkan kejadian itu ke Polsek Tenayan Raya. Usai dilaporkan pada Jumat (23/12) lalu, pelaku kabur dari rumahnya.
Hari-hari pun berlalu, akhirnya polisi mendapatkan informasi jika pelaku sedang berada disekitaran Alam Mayang Jalan Imam Munandar Pekanbaru pada Minggu (14/5/2023).
Tak mau buruannya kabur, Tim Opsnal Polsek Tenayan Raya langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.
"Kepada petugas pelaku mengaku kesal lantaran anaknya tidak mau diajak pulang ke rumah," pungkas Dodi. ***