hukrim

Terlibat Dugaan Gratifikasi Kasus Narkoba, Oknum Jaksa Penuntut Umum Kejari Bengkalis Ditangkap

Selasa, 9 Mei 2023 | 11:34 WIB
Asintel Kejati Riau, M Simaremare. (ft: ist)

 

PEKANBARU, RAUSATU.COM - Seorang jaksa yang berdinas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis diamankan Tim Sumber Daya Organisasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Oknum jaksa berinisial SHBA itu diduga terlibat dugaan gratifikasi atas perkara narkotika jenis sabu-sabu.

Ia ditangkap di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, saat baru tiba dari Batam, Kepulauan Riau bersama keluarganya, Kamis (4/5/2023).

Asisten Intelijen Kejati Riau M Simaremare membenarkan adanya penangkapan jaksa inisial SHBA tersebut. Ia menyebutkan, jika yang bersangkutan merupakan jaksa yang dinas di Kejari Bengkalis.

"Pada Kamis pagi kita dapat informasi ada seseorang oknum jaksa dilaporkan telah melakukan kegiatan tercela," ujar M Simaremare, Senin (8/5/2023).

Asintel mengatakan, dalam laporan, ada permintaan sejumlah uang terkait perkara nakotika. Orang yang dilaporkan itu di luar kejaksaan dan masih ada kaitan dengan oknum jaksa SHBA.

"Setelah kita teliti, ternyata ada kaitannya dengan perkara kasus narkotika. Kita tanyalah jaksa yang bersangkutan sedang berada di mana, ternyata dia berada di luar kota. Kita minta datang," jelas Simaremare.

Kemudian, setibanya di Pekanbaru bersama keluarganya, SHBA langsung diamankan dan dibawa ke Kejaksaan Tinggi Riau untuk diperiksa terkait laporan dugaan kasus narkoba.

"Selanjutnya pada Kamis malam SHBA dari bandara langsung di bawa ke Kejati Riau. Kenapa dibawa? karena ada kaitan perkara narkotika. Kami introgasi, kita tanya kenal dengan ini. Dia kenal dan langsung kita klarifikasi untuk disampaikan kepada pimpinan," katanya.

Dalam laporan, ada seseorang yang minta uang terkait pengurusan perkara. Laporan itu mengarah kepada SHBA yang berstatus sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Bengkalis, dan kasusnya masih berjalan di PN Bengkalis.

"Yang dilaporkan minta uang untuk perkara narkotika ditangani oleh kejaksaan yang sedang proses sidang.  Berapa mominal yang dilaporkan masih kami dalami terus karena ini terkait kasus narkoba," ungkap Asintel.

Asintel Kejari Riau mengaku belum mau berkomentar terkait berapa jumlah besaran uang yang diminta. Sebab, SHBA masih diperiksa intensif oleh Tim Pengawas Kejaksaan Tinggi Riau. ***

Tags

Terkini