PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Pihak kepolisian masih mendalami insiden tewasnya tiga pekerja PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di area kerja CMTF Balam Selatan, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau pada Jumat (24/2/2023) sekitar pukul 15.54 WIB.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menyebutkan, penyidik Ditreskrimum masih mendalami kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggalnya tiga pekerja PT PPLI ini.
"Kami masih mendalami kasus meninggalnya tiga pekerja dalam kontainer berisi cairan limbah," ungkap Sunarto, Senin (27/2/2023).
Mantan Kabid Humas Polda Sultra itu mengatakan penyelidikan yang dilakukan lebih mengarah kepada unsur kelalaian, sehingga perlu ada pembuktian atau penyelidikan mendalam.
Dijelaskan Sunarto, kelalaian yang dimaksud lebih kepada pelaku yang berhubungan langsung dengan kejadian.
“Ini kan orang meninggal kecelakaan kerja, apakah ada yang tidak sesuai karena kelalaian. Jadi memang butuh pendalaman lebih,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya bakal mendatangkan saksi ahli, terutama dalam pemeriksaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Ya, dari saksi ahli bisa kami cari tahu, apakah diduga ada pelanggaran penerapan norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Bagaimana dengan safety atau peralatan keselamatan dan keamanan pekerja?," ujar Sunarto.
Sebelumnya diberitakan, kasus kecelakaan kerja kembali terjadi di area kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Kali ini menimpa tiga pekerja PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI).
Kapolres Rokan Hilir AKBP Andrian Pramudianto melalui Kasat Reskrim AKP Reza Fahmi, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan kerja di Blok Rokan tersebut terjadi pada Jumat (24/2/2023) siang yang menimpa tiga pekerja kontraktor.
Ia mengaku, tiga pekerja meninggal dunia di tempat, lokasinya di CMTF Balam Selatan, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
"Anggota masih melakukan olah TKP di PHR dan untuk jasad korban sudah di bawa ke Klinik Pratama Pertamina untuk di visum," ujar AKP Reza.
Reza menjelaskan, ketiga pekerja itu ditemukan mengapung di dalam kontainer berisi cairan limbah. Ketiganya terlihat mengenakan helm dan seragam kerja.