Polisi Selidiki Dugaan Pemukulan Mahasiswa
Selain kericuhan yang terjadi saat pengamanan aksi, Polresta Pekanbaru juga tengah mendalami laporan dugaan pemukulan terhadap salah seorang peserta aksi bernama M Luthfi yang merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pekanbaru.
Kombes Muharman mengatakan, korban mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru.
“Kami turut prihatin atas peristiwa yang dialami peserta aksi. Saat ini kami melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan memastikan seluruh proses berjalan secara profesional serta transparan,” katanya.
Polresta Pekanbaru saat ini masih melakukan pendalaman untuk memastikan secara utuh fakta yang terjadi di lapangan.
Kapolresta mengungkapkan, berdasarkan keterangan awal yang disampaikan korban dan rekan-rekannya, pelaku pemukulan disebut merupakan seorang pria yang mengenakan pakaian berwarna hitam, berambut agak panjang atau gondrong, serta menggunakan bandana saat berada di lokasi kejadian.
Berdasar informasi tersebut, Kapolresta menegaskan pihaknya akan menulusuri secara menyeluruh apakah benar telah terjadi peristiwa pemukulan sebagaimana yang disampaikan, bagaimana kronologinya, siapa yang melakukan, serta apa motif dan latar belakang kejadian tersebut.
"Semua akan kami dalami berdasarkan keterangan saksi, korban, dokumentasi, dan rekaman yang tersedia,” tegasnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan secara prematur sebelum proses penyelidikan selesai dilakukan.
“Kami mengedepankan fakta dan alat bukti. Karena itu, setiap informasi yang berkembang akan kami verifikasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kapolresta juga menjelaskan, personel Polri yang bertugas melakukan pengamanan aksi pada hari tersebut terdiri dari anggota berseragam dinas dan personel yang mengenakan kemeja putih sesuai pola pengamanan yang telah ditentukan.
“Berdasarkan pengamanan yang kami laksanakan hari ini, personel Polri yang bertugas menggunakan seragam dinas dan sebagian menggunakan kemeja putih. Kami tidak menugaskan personel dengan pakaian hitam sebagaimana ciri-ciri awal yang disampaikan oleh pihak mahasiswa. Namun demikian, seluruh informasi tersebut tetap akan kami dalami secara objektif sebagai bagian dari proses penyelidikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila nantinya ditemukan adanya peristiwa pidana, baik yang melibatkan masyarakat maupun pihak lain, Polresta Pekanbaru akan menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Prinsipnya kami ingin mendapatkan gambaran yang utuh terlebih dahulu. Siapa pelakunya, bagaimana peristiwanya, dan apa yang sebenarnya terjadi di lokasi saat itu. Semua akan kami telusuri secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tutupnya. ***