ROHUL, RIAUSATU.COM - Dalam rangka mendukung program nasional ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, Polsek Kunto Darussalam, Polres Rohul terus bergerak aktif menjalin kemitraan dengan masyarakat, khususnya para petani.
Salah satu langkah konkret dilakukan dengan turun langsung memantau perkembangan pertanian jagung pipil di Lahan Desa Pasir Luhur, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Senin 25 Mei 2026.
Kegiatan ini di laksanakan oleh Bhabinkamtibmas Kunto Darussalam, Bripka Ricardo Sibarani bersama Bumdes Sri Rejeki dan Perangkat Desa Pasir Luhur, sebagai bentuk implementasi dari program Polisi Cinta Petani.
Dalam kesempatan tersebut, Bripka Ricardo Sibarani memantau pertumbuhan tanaman jagung yang saat ini sedang memasuki fase perawatan.
“Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong kesejahteraan petani. Ini adalah bagian dari tugas kemanusiaan kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Bripka Ricardo.
Kapolsek Kunto Darussalam, AKP Joko Fransanta turut memberikan apresiasi terhadap peran aktif personel Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke lapangan.
Ia menegaskan bahwa kepolisian saat ini dituntut tidak hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai penggerak dan pengayom masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pertanian.
“Polri harus hadir di tengah masyarakat dengan solusi. Program Polisi Cinta Petani ini adalah bentuk nyata keterlibatan kami mendukung visi besar Presiden RI dan arahan Bapak Kapolresta dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan dari tingkat desa,” kata AKP Joko Fransanta.
Program ini disambut antusias oleh para petani di Desa Pasir Luhur, Kecamatan Kunto Darussalam.
Mereka merasa terbantu dengan perhatian dari aparat kepolisian yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif mendukung kebutuhan dasar warga, seperti ketahanan pangan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polri dan petani akan semakin kuat, serta mampu menciptakan desa yang mandiri secara pangan, berkelanjutan secara ekonomi, dan aman secara sosial. ***