PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 dalam mengamankan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Provinsi Riau tidak terlepas dari kerja keras serta sinergitas seluruh pihak yang terlibat, khususnya peran strategis Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.
Operasi yang digelar selama 14 hari ini berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Berbagai langkah strategis telah dipersiapkan dan dilaksanakan secara maksimal guna memastikan keselamatan serta kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik.
Jelang pelaksanaan mudik, Ditlantas Polda Riau juga melaksanakan kegiatan Ramp Check terhadap kendaraan angkutan umum, khususnya bus, guna memastikan kelayakan teknis kendaraan. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan kesehatan (tes kesehatan) bagi para pengemudi bus untuk memastikan kondisi fisik dan kesiapan mereka dalam berkendara.
Sejumlah kegiatan lain yang diintensifkan meliputi pengecekan jalan arteri, ruas tol utama seperti Tol Pekanbaru - Dumai (Permai) dan Tol Pekanbaru - Bangkinang (Pekbang), serta seluruh jalur lintas pintu masuk Provinsi Riau.
Dalam aspek pengamanan, Ditlantas Polda Riau menempatkan Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), dan Pos Terpadu di titik strategis, serta meningkatkan patroli bersinggungan dan membentuk Tim Pengurai Macet Reaksi Cepat (TPRC).
Koordinasi lintas sektoral bersama TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, tenaga kesehatan, dan stakeholder lainnya juga terus diperkuat guna menciptakan situasi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang kondusif.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan melalui pemasangan spanduk imbauan, penyuluhan langsung kepada pengendara, serta penyampaian live report kondisi arus lalu lintas yang diperkuat melalui media dan platform digital.
Pemantauan arus lalu lintas dilakukan secara real time melalui RTMC dengan dukungan CCTV, serta analisis potensi kemacetan menggunakan metode Traffic Flow Group (TFG).
Keberhasilan operasi ini juga tercermin dari penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah kejadian turun dari 6 kasus pada 2025 menjadi 3 kasus di tahun 2026.
Dari sisi fatalitas, korban meninggal dunia menurun dari 4 orang menjadi 3 orang (turun 25 persen), korban luka berat dari 3 orang menjadi 1 orang (turun 67 persen), serta korban luka ringan dari 2 orang menjadi nihil (turun 100 persen).
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel di lapangan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” ujar Kombes Jeki.
Apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 juga disampaikan oleh Kapolri dan Kakorlantas Polri kepada seluruh jajaran lalu lintas di Indonesia.