Kapolda juga menyoroti kerja keras para pengemudi ojek online yang bekerja tanpa mengenal waktu demi menghidupi keluarga mereka.
“Di balik jaket ojol yang kita lihat, bukan hanya ada aplikasi digital, tetapi juga ada mimpi dan harapan keluarga yang mereka perjuangkan,” kata Herry.
Ia kemudian menceritakan kisah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada yang juga bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk membiayai pendidikannya.
Mahasiswa tersebut, kata Herry, bekerja menarik ojol pada siang hari dan memanfaatkan waktu menunggu pesanan untuk mengerjakan tugas kuliah.
“Alhamdulillah, berkat kerja kerasnya, ia berhasil lulus dengan nilai hampir sempurna, IPK 3,99. Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa kerja keras tidak ditentukan oleh status sosial,” ujarnya.
Menurut Herry, kritik dari mahasiswa maupun masyarakat, termasuk dari komunitas ojol, merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat.
“Polda Riau tidak pernah takut terhadap kritik. Sepanjang kritik itu bertujuan untuk membangun, kami selalu membuka ruang dialog dan diskusi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa peran polisi adalah menjaga ruang peradaban agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan tertib.
“Jika mahasiswa adalah api gagasan, maka polisi memastikan api itu menjadi cahaya yang menerangi, bukan api yang membakar rumah kita sendiri,” ucap Herry.
Dalam kesempatan tersebut Kapolda juga menyampaikan rencana menghadirkan program bengkel gratis satu hari khusus bagi pengemudi ojek online bekerja sama dengan Baznas dan Satbrimob Polda Riau.
Program tersebut ditujukan untuk membantu para pengemudi ojol yang kendaraannya mengalami kerusakan ringan seperti ban kempes atau perbaikan kecil lainnya.
“InsyaAllah nanti kita buat bengkel gratis satu hari khusus bagi ojol. Kalau ada kerusakan kecil bisa diperbaiki di sini. Tapi mohon maaf, jangan sampai minta motor baru,” kata Herry disambut tawa para peserta.
Dalam kegiatan tersebut Kapolda juga menyerahkan bingkisan serta bibit pohon secara simbolis kepada tiga perwakilan pengemudi ojek online dan satu perwakilan mahasiswa.
Usai acara buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah, para peserta juga berkesempatan melihat secara langsung kendaraan taktis milik kepolisian, termasuk mobil Baracuda milik Satbrimob Polda Riau.
Banyak pengemudi ojol dan mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama di sekitar kendaraan taktis tersebut sebagai bentuk kedekatan antara masyarakat dengan institusi kepolisian.