hukrim

Usai Apel Gelar Pasukan, Wakapolda Riau Brigjen Jossy Kusomo Pimpin Langsung Satgas Tindak PETI di Kuansing

Kamis, 31 Juli 2025 | 21:23 WIB

 

 

KUANSING, RIAUSATU.COM - Satgas Polda Riau langsung bergerak melakukan penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI) pasca Apel Gelar Pasukan yang digelar di bawah Jembatan Gantung Desa Seberang Taluk, Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis 31 Juli 2025 pagi, sekitar pukul 07.00 WIB.

Operasi yang dipimpin Wakapolda Riau Brigjen Pol Jossy Kusumo menindak aktivitas PETI di Kecamatan Kuantan Tengah dan memusnahkan empat rakit di lokasi tersebut.

Penertiban dilakukan di sebuah lahan sawit di Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing, pada Kamis siang.

Di lokasi tersebut, personel Satgas menemukan sebanyak 4 rakit PETI yang langsung dimusnahkan dan dibakar.

Selain itu, ditemukan juga 1 unit mesin pompa, gulungan selang, 1 tampi dulang emas, 1 drum plastik, dan karpet cacing. Barang bukti tersebut diamankan oleh Satreskrim Polres Kuansing.

Personel berjumlah 52 orang yang mendapatkan informasi adanya aktivitas PETI langsung meluncur ke lokasi. Sayangnya, pelaku telah melarikan diri dan hanya tersisa rakit bersama barang bukti lainnya.

Wakapolda Riau Brigjen Pol Jossy hadir dilokasi di dampingi Direskrimsus Kombes Pol Ade Kuncoro, Dansat Brimob Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, Kabid Propam Kombes Pol Harissandi, Dirsamapta Kombes Pol Syahrial M Said, dan Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat.

Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan bahwa operasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari pendekatan Green Policing, yaitu penegakan hukum yang berpihak pada kelestarian alam dan kesadaran kolektif.

Polda Riau juga telah berkoordinasi dengan Polda Sumatera Barat dalam penindakan ini, yang mana Sungai Kuantan ini hulunya ada di wilayah Sumbar.

"Kami sudah berkoordinasi lintas provinsi, termasuk dengan pihak di Sumatera Barat, karena dampak kerusakan lingkungan ini lintas batas. Persepsi publik bisa terbentuk hanya dari satu unggahan media sosial, dan itu bisa berdampak pada citra seluruh masyarakat Riau," tegas Irjen Herry.

Sementara itu, Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan, tidak ada lagi ruang kompromi bagi aktivitas tambang ilegal yang merusak sungai dan lingkungan, khususnya menjelang perhelatan nasional Festival Pacu Jalur di Kuansing.

Halaman:

Tags

Terkini