hukrim

Polisi Tangkap Diduga Otak Pelaku Pengrusakan dan Pembakaran di PT SSL, Punya Lahan Ratusan Hektare di Konsesi HTI

Sabtu, 14 Juni 2025 | 08:28 WIB

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Aparat kepolisian, terus berupaya mengungkap dan menuntaskan pelaku pengrusakan dan pembakaran pos serta rumah karyawan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Seraya Sumber Lestari (SSL) di Kabupaten Siak.

Setelah menangkap 4 orang yang terlibat perusakan dan pembakaran perusahaan HTI tersebut, kini Polres Siak berhasil menangkap yang diidentifikasi sebagai otak sekaligus provokator insiden pembakaran dan perusakan PT SSL.

Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy mengatakan, otak kerusuhan sekaligus pemilik ratusan lahan yang berhasil di tangkap itu, berinisial Sulistio alias SL.

"Pelaku SL diduga otak dari aksi yang berujung pembakaran kantor PT SSL Tumang. SL jadi tersangka karena menjadi dalang dan mengumpulkan massa ke lokasi," ujar Eka, Jumat 13 Juni 2025.

Lanjut AKBP Eka, selain mengumpulkan massa, pelaku SL juga ikut membakar klinik dan fasilitas perusahaan. Hal itu dilakukan karena SL memiliki lahan di dalam konsesi PT SSL yang jumlahnya mencapai ratusan hektare.

"Peran dia membakar, lahan ada di dalam. Dia salah satu otak pelaku mengumpulkan masyarakat," jelas Eka.

Selanjutnya terkait kabar pemicu konflik karena surat imbauan kosongkan lahan oleh perusahaan kepada SL, YC dan AP dibenarkan Eka. Namun, imbauan dari PT SSL disebut sebagai langkah perusahaan karena lahan miliknya dikuasai orang lain.

"Iya betul. Ini sebenarnya konflik lama ya, tapi itu lahan konsesi perusahaan. Jadi yang dilakukan perusahaan ya imbauan, mungkin kan itu SOP mereka (PT SSL). Ini konflik berkepanjangan, sudah lama," kata Eka.

Sebelumnya Polres Siak telah menetapkan empat tersangka lebih dulu. Mereka ditangkap dan ditahan atas keterlibatan menggalang dana hingga melakukan pembakaran. Pembakaran dilakukan di komplek PT SSL Desa Tumang, Siak pada Rabu 11 Juni 2025, sekitar pukul 10.30 WIB.

Aksi tersebut dipicu akibat konflik lahan terkait penanaman pohon akasia di lahan yang diklaim milik masyarakat dengan pihak perusahaan.

Berbagai fasilitas perusahaan, seperti kendaraan operasional, kantor, mess, rumah dinas, hingga klinik perusahaan mengalami rusak berat.

Data sementara menyebutkan sedikitnya 15 unit kendaraan, 3 bangunan rumah, 15 kamar mess, dan 5 unit kantor hangus terbakar atau mengalami kerusakan parah. ***

Tags

Terkini