hukrim

Polda Riau Tegaskan Tidak Salah Tangkap Dua Warga Madura Terkait Pengungkapan 12,8 Kg Sabu Jaringan Internasional

Jumat, 2 Mei 2025 | 16:00 WIB
Diresnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira. (ft: ist)

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Ditresnarkoba Polda Riau tegas membantah tuduhan salah tangkap terhadap 2 warga asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang sebelumnya diamankan dalam penyelidikan kasus narkotika jenis sabu seberat 12,826 kg.

Dua pria bernama Dedi dan Zainuri sempat diperiksa secara intensif karena diduga memiliki keterkaitan dengan tersangka kurir sabu Hermansyah, yang ditangkap di Pekanbaru saat membawa 13 bungkus besar sabu atau seberat 12, 826 kg asal Malaysia pada 21 April 2025 lalu.

Diresnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, menjelaskan bahwa Dedi diduga menyuruh Zainuri untuk menjemput tersangka H di Terminal Surabaya dan membawanya ke Madura, atas perintah pemilik barang haram itu.

“Zainuri menerima transfer dana sebesar Rp1 juta dari pemilik barang. Berdasarkan keterangan Z, uang itu terdiri dari Rp700 ribu untuk ongkos perjalanan dan Rp300 ribu untuk biaya makan H,” jelas Kombes Putu.

Walau tidak ditemukan cukup alat bukti untuk menetapkan Dedi dan Zainuri sebagai tersangka, namun keduanya disebut turut terlibat dalam rangkaian peristiwa pidana. Keduanya juga mengakui tidak mengetahui bahwa tersangka H membawa sabu saat dijemput.

“Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, keduanya kami pulangkan karena belum terpenuhi alat bukti keterlibatan langsung. Namun, peran mereka dalam peristiwa ini masih kami dalami lebih lanjut,” kata Kombes Putu

Kombes Putu menegaskan bahwa tindakan kepolisian tersebut bukan merupakan bentuk salah tangkap, melainkan bagian dari prosedur sah untuk mengungkap jaringan narkotika lintas provinsi.

“Ini bukan penyekapan atau salah tangkap. Pemeriksaan intensif dilakukan untuk membuat terang suatu tindak pidana. Prosedur ini sah menurut hukum dan dilakukan demi kepentingan penyidikan,” ungkap Kombes Putu.

Menurut Kombes Putu, jaringan pengedar narkoba kini menggunakan berbagai modus untuk menghindari pelacakan, termasuk melibatkan pihak-pihak yang tidak mengetahui isi barang yang dibawanya.

“Jaringan ini sengaja memutus alur komunikasi agar tidak mengarah ke bandar utama. Inilah yang sedang kami bongkar. Polda Riau tegas berkomitmen menindak tegas, tidak hanya kurir, tapi juga aktor di belakangnya. Penyelidikan masih berlangsung dan akan terus kami dalami hingga tuntas,” kata Kombes Putu.

Kombes Putu juga membantah jika pihaknya melakukan penganiayaan terhadap kedua orang warga Jawa Timur itu

“Kami tegaskan, tidak ada melakukan penganiayaan terhadap dua orang tersebut," pungkasnya. ***

Tags

Terkini