hukrim

Dihajar Saat Tidur hingga Tewas, Diduga Istri Kecewa karena sang Suami Mau Balik Lagi ke Istri Pertama

Rabu, 23 Oktober 2024 | 16:16 WIB
Ilustrasi pembunuhan. (f: tirto.id)

PROBOLINGGO, RIAUSATU.COM -
Warga Dusun Braholo, Desa Kedawung, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo digemparkan oleh kasus pembunuhan seorang petani oleh istrinya sendiri. 

Korban bernama Tomo (60), seorang petani lokal, tewas di tangan istrinya, Supiani (48), setelah dipukul dengan penumbuk kopi atau alu pada Selasa (22/10/2024) malam, seperti dilansir kompas.com.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB saat korban sedang tertidur di kamarnya.

Kasi Humas Polres Probolinggo, Iptu Merdhania Pravita Shanty, mengatakan bahwa aksi penganiayaan ini dilakukan Supiani dengan dua kali pukulan ke kepala korban, yang mengakibatkan Tomo kehilangan nyawanya.

“Setelah melakukan aksi tersebut, Supiani segera meminta bantuan dari tetangganya, Muasri. Warga kemudian melapor ke perangkat desa dan ke Polsek Kuripan,” ujar Pravita.

Kepolisian mengungkapkan bahwa motif di balik kejadian tragis ini adalah kemarahan dan kekecewaan Supiani setelah mengetahui suaminya, Tomo, berencana untuk kembali kepada istri pertamanya, Senema.

Rasa sakit hati tersebut mendorong Supiani untuk melakukan tindakan penganiayaan yang berujung pada kematian suaminya.

“Polsek Kuripan telah mengamankan pelaku dan barang bukti berupa kayu penumbuk kopi yang digunakan dalam peristiwa tersebut,” tutup Pravita.

Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif dan terancam dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Kapolsek Kuripan Iptu Hartawan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan bantuan Tim Inafis Satreskrim Polres Probolinggo.

Sebelum penganiayaan, Tomo dan Supiani sempat terlibat cek-cok, yang membuat Supiani merasa jengkel.

"Saat Tomo tidur miring ke kiri, pelaku memukul Tomo. Tomo kemudian melakukan perlawanan. Karena melawan, Supiani kembali menghantamkan alu ke wajah korban hingga meninggal," jelas Hartawan, Rabu (23/10/2024).

Jenazah Tomo telah dibawa ke RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo. Hasil visum menunjukkan bahwa Tomo tewas akibat luka di bagian kepala dan wajah setelah dianiaya oleh istrinya.***

Tags

Terkini