hukrim

Berikan Penyuluhan Hukum, Ditreskrimsus Polda Riau Imbau Bankir Hindari Kejahatan Perbankan dan Ciptakan Pilkada Damai 2024

Rabu, 2 Oktober 2024 | 12:37 WIB
Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Riau, Kompol Tedy Ardian saat memberikan Penyuluhan hukum dan Pilkada Damai 2024. (ft: ist)

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, memberikan penyuluhan hukum sembari menyosialisasikan Pilkada Damai 2024 kepada karyawan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah.

Penyuluhan hukum tersebut disampaikan langsung oleh Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Riau, Kompol Tedy Ardian belum lama ini.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Direktur Dana dan Jasa BRK Syariah MA Suharto, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Fajar Restu Febriansyah, Pejabat eksekutif BRK Syariah diantaranya Pemimpin Divisi, Pemimpin Bagian, General Manager, Branch Manager, Pincapem dan Pinkedai.

Penyuluhan hukum yang disampaikan terkait pencegahan tindak pidana perbankan dan tindak pidana korupsi.

Dirkrimsus Polda Riau, Kombes Pol Nasriadi mengatakan dunia perbankan adalah suatu lingkup institusi yang dilandasi oleh adanya suatu kepercayaan dari masyarakat dan dari segenap lapisan.

Operasional perbankan akan selalu dekat dengan persoalan hukum yang menyertainya sebagai lembaga perbankan personal, institusional dan sebagai agent of the devellopment yang mempunyai peran sentral dalam pembangunan.

“Kami harapkan sosialisasi ini akan membantu para bankir untuk mengembangkan diri dengan kompetensi yang sangat relevan dengan tugas tanggung jawab sebagai bankir. Ini juga akan memberikan penekanan pada pentingnya pengetahuan tentang hukum perbankan etika integritas dan profesional dalam menjalankan tugas,” kata Nasriadi Rabu (2/10/2024).

Sembari memberikan penyuluhan hukum, Kombes Nasriadi juga menyampaikan kepada karyawan BRK Syariah, untuk bersama-sama menjaga situasi Pilkada Riau, agar tetap aman dan kondusif.

“Kami dari Polda Riau, mengimbau agar kita semua menjaga situasi politik tetap sejuk, dan tidak terpancing informasi-informasi bohong yang bisa memecah boleh persatuan,” tuturnya. ***

 

Tags

Terkini