hukrim

Pulang Sekolah Jadi Tulang Punggung Keluarga, Dua Remaja Meranti Ikut Seleksi Bintara Polisi

Rabu, 8 Mei 2024 | 13:23 WIB
Kasubbag Diapers Biro SDM Polda Riau, Kompol Febriandi. (ft: ist)

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Keterbatasan ekonomi dan hidup jauh dari berkecukupan, tak membuat semangat Nikita Muharomah untuk menggapai cita-citanya. Terlahir dari keluarga kurang mampu dan ditinggal pergi sang ayah, remaja yang kerap disapa dengan panggilan Nikita itu ikut membantu keluarga untuk mencari nafkah.

Siswa SMA Negeri 2 Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, ini tak sungkan untuk membatu sang ibu berjualan sate keliling. Tak seperti remaja lainnya, dirinya bahkan tak punya waktu untuk bermain dan bergabung bersama teman-temannya sebayanya.

Nikita berjualan sate keliling bersama ibunya setiap pulang sekolah hingga malam hari. Agar, cepat sampai tempatnya berjualan Nikita pergi bersama ibunya menggunakan sepeda motor. Harga perporsi sate yang dijual Nikita terbilang cukup terjangkau hanya Rp10 ribu saja. Kalau lagi ramai, omset permalam bisa mencapai Rp150 ribu.

Aktivitas Nikita yang dilakukannya berjualan sate setiap hari di ketahui pihak sekolah. Bagi Nikita berjualan sate setiap malam adalah kebanggaan. Meski lelah Nikita bangga karena mampu mengukir prestasi dan menghidupi keluarganya.

“Kalau belajar di rumah tidak sempat, soalnya pulang sekolah sudah sore dan langsung siapkan jualan, jadi ada waktu kosong siapkan tugas di sini. Karena pulang jualan itu sudah malam," kata Nikita.

Agar tidak ketinggalan pelajaran, di tempatnya berjualan sambil menunggu pembeli, Nikita menyempatkan diri mengulangi pelajaran yang diberikan guru di sekolah. Dinginnya malam kerap menemani putri dari ibu bernama Mulyani ini untuk terus belajar mempertahankan prestasi akademiknya yang diraihnya.

Bagi Nikita, tidak ada kata mengeluh. Apalagi bapaknya hingga saat ini tidak pernah kembali setelah pergi merantau. Sejak mulai tumbuh remaja, setiap siang setelah pulang sekolah Nikita sudah berada di dapur untuk meracik bumbu sate ayam yang resepnya diperoleh dari sang ayah Gustami, sudah dua tahun pergi dari rumah tanpa ada kabar.

Nikita mengatakan, untuk hasil berjualan sate bersama ibunya digunakan membantu biaya sekolah dan ketiga adiknya yang masih kecil.

Nikita Muharomah

Dewi, Wali kelasnya di SMA Negeri 2 Tebing Tinggi mengakui bahwa Nikita memang siswi berprestasi di sekolahnya.

“Nikita ini merupakan siswa berprestasi di bidang seni dan ketrampilan membanggakan sekolah. Dia anak berprestasi, kemarin waktu di kelas 10 mengikuti paskibraka. Kemudian, ketika di SMP dia juga pernah juara 3 tingkat provinsi bidang musik, dia pandai bermain musik,” ungkap Dewi.

Berbekal keinginan dan cita-cita yang sangat mulia membahagian orang tua, Nikita untuk terus berjuang keras untuk mencapainya. Niatnya untuk dapat menjadi anggota Polisi cukup kuat. Nikita mencoba mengikuti tes Bintara Reguler Pro (Rekpro) tahun 2024 Kepolisian Daerah (Polda) Riau.

Hari ini Nikita sedang mengikuti tes seleksi kesehatan tahan I, jika lulus. ia akan mengikuti beberapa tes lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini