hukrim

Polda Riau Gelar Rakor Lintas Sektoral Ops Ketupat Lancang 2024 untuk Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1445 H

Kamis, 28 Maret 2024 | 12:57 WIB
Polda Riau Gelar Rakor Lintas Sektoral Ops Ketupat Lancang 2024 untuk Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1445 H. (ct: ist)

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Jelang dilaksanakan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2024, Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau, dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral, Kamis (29/3/2024).

Rakor kali ini dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2024 yang akan segera dilaksanakan untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1445 H tahun 2024 di wilayah hukum Polda Riau.

Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal menyampaikan, bahwa dalam rakor di bahas kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1445 H, serta segala kegiatan yang berkaitan dengan hari besar tersebut.

"Ada berbagai hal yang dibahas, terutama terkait pengamanan dalam Operasi ketupat Lancang Kuning 2024 yang akan dilaksaksanakan selama 13 hari, dimulai pada 4 hingga 16 April 2024," ujar Irjen Iqbal.

Dijelaskan Kapolda, Operasin Lancang Kuning 2024 melibatkan sebanyak 3.508 personil gabungan yang terdiri dari 258 personil Polda Riau, 1.421 personil dari Polres dan jajaran serta 1.829 dari stakeholder dan instansi terkait lainnya.

"Tujuannya ingin memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, mudik aman, ceria dan damai. Oleh karena itu Polri menggelar operasi khusus kepolisian dengan sandi Operasi Ketupat Lancang Kuning 2024 yang digelar selama 13 hari," tuturnya.

Irjen Iqbal menjelaskan, untuk mensukseskan operasi tersebut, pihaknya telah berupaya keras dalam mengamankan dan memperlancar arus lalu lintas serta melaksanakan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawa untuk meminimalisir kecelakaan dan tindak kejahatan.

"Sebanyak 62 Pos disiagakan dengan rincian 37 Pos PAM tersebar di 12 Kabupaten/Kota, 3 Pos Terpadu dan 22 Pos Pelayanan," ungkapnya.

"Permasalahan kelancaran arus mudik dan arus balik juga tidak kalah penting, terutama safety dan security. Arus mudik dan balik meliputi jalur darat, laut dan udara. Oleh karena itu kita harus yakinkan bahwa tugas-tugas kita meminimalisir hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita harus yakinkan masyarakat meninggalkan rumah dalam keadaan aman, dan kita harus menjaganya. Upaya-upaya preemtif dari RT/RW dan stakeholder harus dimaksimalkan," sambungnya.

Iqbal menyebut, operasi ini tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak ada kerjasama dan kolaborasi yang maksimal, terstruktur dan sistematis antara seluruh pihak terkait.

"Ini menunjukkan bahwa kita berkolaborasi, bersinergi untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan negara, khususnya masyarakat Provinsi Riau yang sangat kita cintai," jelasnya.

Mantan Kapolda NTB ini berharap, dengan kesiapan semua lini, maka diharapkan proses mudik lebaran di Provinsi Riau dapat berjalan lancar dan aman. ***

Halaman:

Tags

Terkini