hukrim

Polda Riau Sita 41 Kg Sisik Trenggiling di Pekanbaru, 1 Pelaku Ditangkap

Senin, 25 September 2023 | 13:22 WIB
Polda Riau Sita 41 Kg Sisik Trenggiling di Pekanbaru, 1 Pelaku Ditangkap. (ft: ist)

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Polda Riau menangkap 1 orang yang diduga pelaku perdagangan sisik trenggiling di Jalan Paus Ujung, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau. Dari tersangka polisi menyita 41 kg sisik trenggiling.

"Ditreskrimsus melakukan kegiatan penindakan terhadap perdagangan satwa liar dan dilindungi berupa sisik trenggiling berjumlah total 41 kg," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Hery Marwono, Senin (5/9/2023).

Hery mengatakan penindakan itu dilakukan pada Jumat (15/9) pagi sekitar pukul 6.30 Wib di depan sebuah toko di Jalan Paus.

Selain barang bukti 41 kg sisik trenggiling, petugas mengamankan satu orang diduga pelaku penjual bagian tubuh satwa dilindungi tersebut berinisial MM alias Makmun (54), warga Sidempuan, Sumatera Utara.

"Tersangka MM telah memiliki dan menyimpan bagian tubuh berupa sisik hewan trenggiling dan merencanakan penjualan sisik tersebut ke Pekanbaru, di mana yang bersangkutan menawarkan sisik tersebut dengan harga Rp 5 per kg," ujar Hery.

Hery menyebut, Polda Riau juga telah bekerjasama dengan BBKSDA Riau untuk memastikan sisik trenggiling tersebut merupakan sumberdaya hayati yang dilindungi.

"Berdasarkan keterangan BBKSDA, dari berat sisik sampai 41 kg itu, pelaku meraup keuntungan puluhan hingga ratusan juta,'' tambahnya.

Untuk diketahui, Trenggiling merupakan mamalia pemakan serangga terutama semut dan rayap, oleh karena itu kenal sebagai anteater (pemakan semut). Nama trenggiling berasal dari Bahasa Melayu yakni mengguling atau guling yang berarti menggulung atau melingkar seperti bola.

Biasanya trenggiling, akan menggulung tubuhnya saat berada dalam kondisi terancam sebagai pertahanan menghindari ancaman. Disaat terancam, sisik yang dimiliki trenggiling akan digunakan sebagai senjata yang dikibaskan sebagai senjata bila dikibaskan ke arah lawan.

Selain itu, ia akan menyemprotkan cairan berbau busuk dari kelenjar analnya untuk mengusir predator yang mengganggunya. Trenggiling dewasa mampu mencapai 8-12 kilogram dengan panjang tubuh 79-88 kilogram. Umumnya tubuh trenggiling jantan lebih panjang dibandingkan trenggiling betina.

Trenggiling hidup pada habitat dan ekosistem hutan hujan tropis dengan dataran rendah sehingga tersebar di kawasan Asia dan Afrika. Terdapat 4 spesies yang ada di kawasan Asia yaitu Chinese Pangolin, Indian Pangolin, Philipine Pangolin dan Sunda Pangolin manis javanica).

Trenggiling sunda (manis javanica) atau dikenal dengan trenggiling malaya atau jawa merupakan spesies yang sering ditemukan di kawasan Asia Tenggara. Namun saat ini keberadaannya saat ini berada di ujung tanduk karena berbagai faktor seperti kerusakan alam dan perburuan hingga perdagangan liar. ***

Tags

Terkini