haji-umrah

PP Persis Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:10 WIB
Sekretaris Umum PP PERSIS Dr. KH Haris Muslim. (f: Ist)

"Sisi utama dari pelaksanaan haji adalah ibadah dan ritualnya. Karena itu pemahaman manasik dan teknis pelaksanaan ibadah haji perlu terus diperkuat kepada jemaah maupun petugas," katanya.

Ia juga mengingatkan agar penerapan konsep fikih taisir atau fikih kemudahan tidak bergeser menjadi fikih tasahul, yakni kecenderungan mencari kemudahan tanpa mempertimbangkan alasan syar'i yang kuat.

Menurut KH Haris, berbagai keringanan dalam pelaksanaan ibadah haji harus tetap didasarkan pada kondisi kesulitan nyata yang dialami jemaah, baik karena faktor kesehatan, usia maupun kondisi lapangan.

Dalam evaluasinya, KH Haris turut menyoroti pelaksanaan skema tanazul, yakni kebijakan yang memungkinkan jemaah menginap di hotel saat hari tasyrik guna mengurangi kepadatan tenda di Mina.

Secara konsep, kebijakan tersebut dinilai baik. Namun dalam praktiknya masih ditemukan sejumlah kendala karena fasilitas utama tetap berada di Mina, sementara jemaah tetap harus berjalan menuju kawasan tersebut untuk melaksanakan mabit.

"Perlu ada evaluasi lebih lanjut terkait tanazul karena dalam praktiknya tidak sesederhana yang dibayangkan. Jemaah tetap menghadapi sejumlah tantangan di lapangan," ujarnya.

Catatan lain yang menjadi perhatian adalah terkait penerapan istitha'ah kesehatan. Meski standar kesehatan tahun ini dinilai lebih ketat dibanding sebelumnya, Haris menilai masih terdapat jemaah berisiko tinggi yang lolos dan berangkat ke Tanah Suci.

Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan selama operasional haji berlangsung.

"Ke depan proses istitha'ah kesehatan perlu lebih teliti dan lebih cermat agar risiko di lapangan dapat diminimalisasi," katanya.

*Petugas Haji Perlu Perkuat Pemahaman Manasik dan Kondisi Lapangan*

Terkait persiapan penyelenggaraan haji tahun 2027, KH Haris menyambut baik langkah pemerintah yang mulai melakukan persiapan lebih awal, termasuk proses seleksi calon petugas haji.

Ia berharap, para petugas tidak hanya dibekali kemampuan administratif dan teknis pelayanan, tetapi juga mendapatkan penguatan pemahaman fikih haji, manasik, serta kondisi lapangan di Makkah, Madinah, dan Armuzna.

"Petugas haji tahun ini sudah bekerja dengan baik. Namun, ke depan, mereka perlu dibekali wawasan manasik yang lebih kuat, pemahaman kondisi lapangan yang lebih matang, serta kemampuan kerja sama tim yang lebih baik," ujarnya.

Menurut KH Haris, petugas haji merupakan ujung tombak pelayanan jemaah sehingga perlu memiliki pemahaman yang komprehensif, tidak hanya terkait aspek operasional, tetapi juga aspek ibadah dan ritual yang menjadi inti pelaksanaan haji.

Ia menilai, pembekalan mengenai kondisi riil di lapangan, khususnya saat puncak pelaksanaan haji di Armuzna, harus menjadi bagian penting dalam pelatihan petugas.

Halaman:

Tags

Terkini

PP Persis Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:10 WIB

Pemulangan Haji Gelombang I Berakhir

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:18 WIB

BPKH Usul Setoran Awal Haji Naik Jadi Rp 35 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 16:07 WIB