ekonomi

Danantara Ungkap Dugaan Rekayasa Laporan Keuangan di PT Pos Indonesia

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:10 WIB
Danantara Ungkap Dugaan Rekayasa Laporan Keuangan di PT Pos Indonesia.

JAKARTA, RIAUSATU.COM– Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengungkap adanya dugaan rekayasa laporan keuangan di PT Pos Indonesia.

Temuan itu muncul dalam proses evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan pelat merah tersebut dan kini ditindaklanjuti melalui audit serta investigasi.

Selain dugaan rekayasa laporan keuangan, Danantara juga menemukan indikasi berbagai penyimpangan tata kelola yang diduga menjadi salah satu penyebab menurunnya kinerja perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Audit dilakukan sebagai bagian dari upaya restrukturisasi untuk memulihkan kesehatan korporasi dan melindungi aset negara.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan persoalan yang dihadapi PT Pos Indonesia merupakan akumulasi masalah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Karena itu, evaluasi tidak hanya menyasar aspek keuangan, tetapi juga operasional, organisasi, dan tata kelola perusahaan secara menyeluruh.

"Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku," kata Rohan dalam keterangan tertulis, pada Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut Rohan, Danantara tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk praktik yang merusak tata kelola perusahaan negara.

Seluruh temuan, kata dia, akan diproses secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Satu per satu persoalan yang selama ini membebani perusahaan harus kami bereskan. Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum," ujarnya.

Ia menegaskan, prioritas Danantara saat ini adalah menyelamatkan aset negara sekaligus mengembalikan PT Pos Indonesia menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas.

"Prioritas kami adalah memastikan PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat," ucap Rohan.

Dirut Mengundurkan Diri di Tengah Evaluasi

Pengungkapan dugaan penyimpangan tersebut bertepatan dengan pengunduran diri Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, di tengah proses due diligence atau uji tuntas yang sedang dilakukan Danantara. 

Rohan menjelaskan, selama tiga bulan terakhir Daud ditugaskan memimpin pembenahan awal perusahaan.

Halaman:

Tags

Terkini