PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Salah satu tekad Pemerintah Kota Pekanbaru adalah menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Caranya, melakukan pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), koperasi, serta pemberian bantuan modal dan peralatan bagi petani.
Walikota Pekanbaru, Firdaus, menyebutkan pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan program prioritas Pemko Pekanbaru untuk mewujudkan Kota Metropolitan yang Madani. "Pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk menjawab salah satu isi dalam visi-misi, yakni menuju masyarakat sejahtera," ujar Firdaus belum lama ini.
Mewujudkan masyarakat sejahtera, sambungnya, juga merupakan tujuan negara. Kesejahteraan yang dimaksud adalah lingkungan aman, bebas dari rasa takut, hidup berkecukupan lahir dan batin secara seimbang antara material dan material yang didukung terpenuhinya kualitas gizi, kesehatan dan lingkungan yang bersih.
Secara ekonomi, lanjut Walikota Firdaus, pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru jauh di atas rata-rata pertumbuhan nasional, yakni 8,93 persen. Hal ini disebabkan Pekanbaru memiliki daya tarik bagi investor karena letaknya di tengah Provinsi Riau. "Investor berlomba-lomba menanamkan modalnya di berbagai bidang di Pekanbaru," tukas Firdaus.
-
-
Walikota Firdaus menyerahkan piagam penghargaan UEK-SP terbaik se-Kota Pekanbaru.
Karena itu, Walikota Firdaus berharap tingkat pertumbuhan ekonomi itu dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan Visi dan Misi Kota Pekanbaru 2020, yakni "Terwujudnya Kota Pekanbaru Sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa, Pendidikan serta Pusat Kebudayaan Melayu, Menuju Masyarakat Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa."
Selain pemberdayaan ekonomi, kesehatan juga menjadi prioritas Pemko Pekanbaru. Hal ini dibuktikan dengan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pekanbaru di Jalan Garuda, Tampan. Pemko Pekanbaru menilai keberadaan pusat kesehatan masyarakat yang berjumlah puluhan unit belum dapat melayani kesehatan masyarakat Pekanbaru yang telah berjumlah 1 juta jiwa lebih. (humas)