SEJAK ditahbiskan menjadi orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan pada periode pertama di tahun 2011 lalu, Bupati Pelalawan HM Harris telah mencanangkan tujuh program utama guna meningkatkan semua potensi yang ada di Kabupaten Pelalawan. Di antara tujuh program itu, salah satu di antaranya adalah Pelalawan Sehat.
Pelalawan Sehat sendiri adalah suatu upaya intensif menciptakan kondisi sehat masyarakat dan lingkungan, yakni dengan meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan, memberikan pelayanan gratis bagi seluruh penduduk di Puskesmas, serta memberikan jaminan layanan rujukan gratis bagi penduduk miskin dan mendekati miskin.
''Hal yang tak kalah penting lain dalam program Pelalawan Sehat ini adalah menghidupkan kembali budaya gotong royong penyehatan lingkungan,'' terang Bupati Pelalawan HM Harris melalui Kadiskes Pelalawan, dr Endid R Pratiknyo, dalam suatu kesempatan.
-
Endid mengatakan bahwa saat ini program Pelalawan Sehat yang terus dilanjutkan dalam periode kedua kepemimpinan HM Harris, telah memberikan dampak positif yang nyata dengan adanya program ini. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan Angka Harapan Hidup yakni rata-rata 69,30 tahun pada tahun 2014-2015, dari sebelumnya rata-rata 68,82 tahun pada tahun 2010.
Tak hanya itu, angka Kematian Ibu juga dapat ditekan pada jumlah 5 sampai 6 orang per 5.000 kelahiran per tahun. Angka Kematian Bayi dapat ditekan pada jumlah 5 orang per 1.000 kelahiran pada tahun 2014-2015 dari sebelumnya 11 orang per 1.000 kelahiran pada tahun 2010.
''Begitu juga dengan persentase balita Gizi Buruk 0,9 persen pada tahun 2014-2015, 1,4 persen pada tahun 2010. Jumlah Masyarakat yang mendapat pelayanan kesehatan rujukan gratis pada tahun 2015 sebanyak 172.471 Jiwa atau 45,75 persen dari jumlah penduduk,'' ungkapnya.
Endid memaparkan, dari data yang ada di Dinas Kesehatan, di tahun 2015 lalu, anak-anak balita yang terkena gizi buruk berjumlah 28 orang. Dari jumlah tersebut, kasus gizi buruk yang terbanyak berada di Pangkalankuras yakni 8 orang, dengan rincian 5 laki-laki dan 3 perempuan.
Sedangkan di tahun 2016 ini, sampai bulan Mei, baru ada 12 kasus gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Pelalawan. Dari jumlah sementara kasus gizi buruk di Kabupaten Pelalawan, ironisnya, justru kasus gizi buruk banyak terjadi di Ibukota Kabupaten Pelalawan yakni Pangkalankerinci.
''Ya, di tahun 2016 ini, sementara data gizi buruk justru banyak terjadi di Pangkalankerinci,'' katanya.
-
Banyaknya kasus gizi buruk di Ibukota Kabupaten Pelalawan ini bisa dikarenakan berbagai faktor. Yakni kesibukan orangtua karena kedua-duanya bekerja sehingga sang anak diasuh oleh pembantu atau hanya dititipkan di tempat penitipan, dimana gizinya sendiri jadi tak terjaga.
''Biasanya memang kasus gizi buruk berkaitan erat dengan faktor ekonomi orangtua. Tapi untuk di Pangkalankerinci, trend-nya justru akibat kesibukan orangtua yang kedua-duanya bekerja, sehingga anak terabaikan,'' ungkapnya.
Sejauh ini, upaya pencegahan agar masyarakat Kabupaten Pelalawan tak terkena gizi buruk telah dilakukan dengan selalu meningkatkan sosialisasi. Kemudian juga adanya kunjungan langsung ke para penderita gizi buruk, pelatihan petugas lapangan, pengarahan mengenai pentingnya ASI eksklusif pada ibu yang memiliki bayi, serta koordinasi lintas sektor terkait pemenuhan pangan dan gizi.
Untuk mengetahui program-program pemerintah untuk pencegahan dan penanggulangan kasus gizi buruk Gizi buruk atau lebih dikenal dengan gizi di bawah garis merah adalah keadaan kurang gizi tingkat berat yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama.
Dalam artian gizi buruk definisinya berbeda dengan kelaparan, pada orang yang menderita kelaparan biasanya karena tidak mendapat cukup makanan dan kelaparan yang diderita dalam jangka panjang dapat menuju ke arah gizi buruk.
''Walaupun demikian, orang yang banyak makan tanpa disadari juga bisa menderita gizi buruk apabila mereka tidak makan makanan yang mengandung nutrisi, vitamin dan mineral secara mencukupi,'' katanya.
-
Dikatakannya, gizi buruk sebenarnya dapat dialami oleh siapa saja, tanpa mengenal struktur sosial dan faktor ekonomi Orang yang menderita gizi buruk akan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh atau untuk menjaga kesehatannya. Ini artinya, bahwa seseorang dapat terkena gizi buruk dalam jangka panjang ataupun pendek dengan kondisi yang ringan ataupun berat. Gizi buruk dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.
''Orang yang menderita gizi buruk akan mudah untuk terkena penyakit atau bahkan meninggal dunia akibat efek sampingnya. Selain itu, anak-anak yang menderita gizi buruk akan mengganggu pertumbuhan anak, biasanya mereka tidak tumbuh seperti seharusnya (kerdil) dengan berat badan di bawah normal,'' ujarnya.
Dijelaskan Endid, status gizi balita secara sederhana dapat diketahui dengan membandingkan antara berat badan menurut umur maupun menurut panjang badannya dengan rujukan (standar) yang telah ditetapkan. Apabila berat badan menurut umur sesuai dengan standar, maka anak disebut gizi baik. Kalau sedikit di bawah standar disebut gizi kurang.
Disinggung mengenai dampak gizi buruk pada anak terutama balita, pertama pertumbuhan badan dan perkembangan mental anak sampai dewasa terhambat, mereka mudah terkena penyakit ispa, diare, dan yang lebih sering terjadi, bisanya menyebabkan kematian bila tidak dirawat secara intensif.
Sejauh ini, Pemkab Pelalawan telah melakukan penyuluhan melalui pendidikan gizi tengah dipadukan ke dalam program pemerintah yang disebut dengan Program Keluarga Harapan (PKH), materi pelatihan dalam pengelolaan kondisi gizi buruk yang parah, memfasilitasi ASI dan makanan pendamping ASI, dan juga meningkatkan program-program zat gizi mikro.
''Kita tahu bahwa perbaikan gizi dapat menjadi kenyataan jika semua orang-orang di dalam masyarakat menyadari bagaimana berperilaku gizi yang baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,'' katanya.
-
Selain itu meningkatkan ketrampilan para tenaga kesehatan, penargetan sumber daya yang lebih baik, dan memperkuat pengetahuan dasar tentang berperilaku sederhana seperti pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama setelah bayi baru lahir, dan menerapkan pemberian makanan tambahan setelah enam bulan tersebut, diketahui dapat mengurangi resiko gizi buruk juga membantu mengurangi angka kematian anak.
''Angka kematian bayi dan balita akibat gizi buruk tinggal di atas buku saja, namun secara nasional menunjukkan bahwa sebanyak 134.000 anak-anak di bawah usia lima tahun meninggal dunia setiap tahunnya,'' jelasnya.
Sedangkan mengenai gejala klinis yang bisa dijumpai pada anak adalah berupa kondisi badan yang tampak kurus. Tinggi dan berat badan kurang dari standar deviasi ukuran normal sesuai dengan usia dan jenis kelamin.
Definisi gizi buruk atau malnutrisi adalah suatu bentuk terparah akibat kurang gizi menahun. Selain akibat kurang konsumsi jenis makanan bernutrisi seimbang, gizi buruk pada anak juga bisa disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu yang menyebabkan gangguan pencernaan atau gangguan penyerapan zat makanan yang penting untuk tubuh.
Untuk segera mengetahui ada keluarga kita yang diindikasikan menderita gizi buruk, Endid menganjurkan untuk konsultasi pada ahli gizi tentang pengaturan pada pola makan, termasuk pada jenis serta jumlah makanan tertentu untuk mencukupi kebutuhan gizi anak.
''Namun Apabila dari pemeriksaan dokter diketahui penyebab gizi buruk pada anak karena penyakit dan kondisi medis tertentu maka dibutuhkan terapi lanjutan oleh pemerintah Pelalawan,'' tandasnya.
Dikatakannya, bahwa kebanyakan yang terkena kasus gizi buruk itu para pendatang yang bekerja di daerah ini. ''Jadi dari daerah asalnya, mereka sudah terkena gizi buruk,'' katanya.
-
Penyakit gizi buruk atau lebih dikenal dengan gizi di bawah garis merah, lanjutnya, adalah keadaan kurang gizi tingkat berat yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama. Gizi buruk disebabkan karena keadaan kurang gizi karena kekurangan asupan energi dan protein juga mikronutrien dalam jangka waktu lama.
Disinggung soal penanganannya sendiri, Endit menjelaskan bahwa selama ini jika seorang anak terkena penyakit gizi buruk yang berat maka pihaknya merekomendasikannya untuk dirawat di rumah sakit, jika tak bisa ditangani di Puskesmas. Nanti di rumah sakit, si penderita akan diperiksa penyakit penyertanya.
''Tapi jika gizi buruknya tak terlalu parah, maka penderita kasus gizi buruk ini masih bisa ditangani oleh Puskesmas,'' ujarnya.
Ditambahkannya, saat ini tindakan yang dilakukan untuk Penanggulangan Gizi Buruk menuju Pelalawan Sehat, yakni pihaknya menganjurkan rujukan untuk perawatan Ke rumah sakit dengan dana Jamkesda.
''Kemudian memberikan makanan tambahan berupa biskuit, Bubur Milna, kacang hijau, gula pasir, minyak goreng, Pediasure dan Neosure yang diberikan sesuai kelompok umur, dan kita berikan selama 3 bulan atau 90 hari. Dan yang terakhir yakni memberikan bantuan obat dan vitamin sesuai dengan resep dokter," tutupnya. ***