Data CERI mencatat, produksi 2024 rata-rata 158.167 barel per hari, nyaris sama dengan saat alih kelola pada 2021 sebesar 158.500 barel per hari.
Lebih lanjut Yusri mengatakan, Blok Rokan bersama Blok Banyu Urip, selama ini menjadi tulang punggung lifting minyak nasional.
Yusri mengingatkan, klaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa produksi nasional kini 608.000 barel per hari lebih disebabkan oleh rampungnya proyek-proyek lama, bukan penemuan cadangan baru.
“Presiden Prabowo Subianto harus berhati-hati menerima laporan peningkatan lifting. Jangan sampai kena prank oleh pembantu yang punya agenda lain,” ujarnya. ***