JAKARTA, RIAUSATU.COM - Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS mengatakan, munculnya nama Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai calon Presiden atau calon Wakil berdasarkan hasil Musyawarah Rakyat (Musra) ke-IV yang diselenggarakan pada 29 Oktober 2022 bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
"Hasil Musra tersebut menempatkan pak Moeldoko pada urutan ke 10 sebagai Capres dan urutan ke 3 sebagai Cawapres dengan perolehan 15,35 dari peserta Musra," kata Fernando dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/11/2022).
Menurut Fernando, sangat mungkin nama pak Moeldoko akan terus bergulir pada Musra berikutnya dan tidak tertutup kemungkinan peringkat sebagai Capres atau Cawapres akan semakin naik.
"Besar kemungkinan hasil Musra wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur akan menempatkan pak Moeldoko pada urutan ke 3 sebagai Capres dan pada urutan pertama sebagai Cawapres," sambungnya.
Sebagai purnawirawan TNI, masih kata Fernando, Moeldoko bisa saja dianggap sebagai sosok pemimpin yang kuat, berani, tegas, berwibawa dan merakyat yang diharapkan mampu memimpin Indonesia melalui pilpres 2024 yang akan datang.
"Sejalan dengan hasil beberapa lembaga survei, bahwa ada kerinduan masyarakat dipimpin kembali oleh sosok yang memiliki pengalaman sebagai anggota militer," jelasnya.
"Selain itu, sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko akan lebih bisa dipercaya untuk melanjutkan program-program yang sudah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo," kata Fernando.
Melihat kerinduan dan kebutuhan Indonesia kedepan menghadapi tantangan global, sangat besar kemungkinan pak Moeldoko akan ikut sebagai calon presiden atau calon wakil presiden pada 2024 yang akan datang. ***