JAKARTA, RIAUSATU.COM-Penangkapan kader Partai Demokrat, I Putu Sudiartana oleh Komisi Pemberantasan Korusi (KPK) dinilai akan berimbas pada perolehan suara partai dalam pemilu.
Khususnya pada pemilihan kepala daerah DKI Jakarta yang akan dilakukan pada 2017 nanti. Partai asuhan usilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu diyakini akan ditinggalkan oleh masyarakat Jakarta.
Terlebih, bukan kali pertama kader partai berlambang mercy itu terjaring kasus korupsi. Para petinggi partai sudah pernah terjerat KPK. Untuk itu, penangkapan Putu dinilai akan menambah kurang percayanya masyarakat terhadap partai.
''(Penangkapan I Putu akan) Sangat berpengaruh terhadap perolehan suara Demokrat, itu pasti,'' kata pengamat politik Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara pada INILAHCOM, Jakarta, Senin (4/7/2016).
Menurut dia, akan sangat mudah elektabilitas partai merosot apabila kadernya terjaring oleh KPK. Untuk itu, sebaiknya Demokrat tetap konsisten memberikan dukungan pada upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.
''Kan ada dua institusi untuk membuat memerosotkan elektabilitas partai yang pertama lewatkan Menkumham yang kedua lewat KPK,'' papar dia.
Diketahui, Partai Demokrat mempertanyakan tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap kadernya Putu. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat I Putu Sudiartana ditangkap KPK atas dugaan tindak pidana korupsi terkait rencana pembangunan 12 proyek ruas jalan di Provinsi Sumatera Barat.
Putu diamankan bersama tiga orang lain di tiga lokasi berbeda pada Selasa (28/6/2016). Mereka diantaranya, Noviyanti sekretaris Putu, Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat Suprapto, dan seorang pengusaha di Padang atas nama Yogan Askan serta Suhemi. (dri)