PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Banjir yang kerap melanda Kota Pekanbaru dalam sebulan terakhir harus sesegera mungkin dicarikan solusinya. Salah satunya dengan melakukan penataan drainase secara terpadu.
''Prinsip air itu jelas. Selalu mengarah ke tempat yang lebih rendah. Munculnya banjir di sejumlah titik akibat pergerakan air yang terhambat. Segera tata kembali keberadaan drainase tersebut. Panggil semua pihak, rembukkan persoalan tersebut dan segera lakukan perbaikan karena persoalan banjir itu PR bersama,'' ujar H Jufri Zubir, salah satu kandidat Walikota Pekanbaru, Rabu (11/05).
Menurutnya lagi, sebagai acuan awal bisa dipakai sejumlah titik-titik banjir di dua hari terakhir ini. ''Segera petakan titik banjir sebagai panduan awal untuk mengatasi banjir. Minimal dengan adanya panduan, drainase yang macet bisa segera diperbaiki. Tersumbat karena tumpukan sampah atau tertutup akibat pembangunan yang ada. Satu-satu persatu sesuai peta yang ada diperbaiki hingga di titik akhir pembuangan air. Insya Allah persoalan banjir bisa tuntas,'' tambahnya, sebagaimana dilansir GoRiau.com.
Pihaknya menilai banjir itu akibat debit air yang muncul tidak sesuai dengan kekuatan saluran air yang ada. Sehingga muncul banjir di sejumlah titik. Artinya jika debit air yang muncul akibat curah hujan seirama dengan kekuatan saluran air, banjir tidak akan pernah muncul. Selain itu Jufri menilai harus disiapkan sejumlah titik di Kota Pekanbaru untuk menampung tingginya debit air.
''Itu lah yang namanya kawasan hijau. Fungsinya salah satu menahan kekuatan debit air sehingga tidak memunculkan genangan air di sejumlah titik. Ini juga harus disiapkan segera,''tambahnya lagi.
Dirinya menilai ke depan pembangunan Kota Pekanbaru harus juga diselaraskan juga program penanganan banjir. ''Artinya begini, jika ada pembangunan hotel atau kawasan perkantoran, harus juga diperhatikan apakah pembangunannya sudah sesuai dengan program penanganan banjir. Minimal tidak mengganggu drainase yang sudah disiapkan,'' tegasnya lagi.
Selain menyiapkan konsep yang jelas terkait penanganan banjir, H Jufri Zubir juga meminta masyarakat Pekanbaru tidak menyalahkan Pemko Pekanbaru terkait banjir tersebut. Pihaknya berharap masyarakat memberikan masukan bukan menghujat secara membabi buta.
''Banjir itu salah kita semua. Mungkin selama ini kita kurang peduli untuk menjaga lingkungan. Kemudian membuang sampah sembarangan. Kebiasaan seperti itu harus diminimalkan. Ditemukannya sampah di sejumlah drainase bukti masyarakat Pekanbaru belum peduli terhadap lingkungan. Bisa jadi akibat kurangnya sosialisasi ataupun sanksi hukum terhadap masyarakat yang tingkat kepeduliannya kurang tersebut,'' katanya menambahkan.
Menurut Jufri lagi, apa yang sudah dilakukan Pemko Pekanbaru terkait penanganan banjir di Kota Pekanbaru sudah di jalur yang benar. ''Program penanganan banjir Pemko Pekanbaru sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Selama ini Pemko Pekanbaru sudah banyak berbuat, kita harus akui itu. Tapi mungkin belum ada keserasian antara perkembangan pembangunan kota yang sangat pesat dengan pengawasan terhadap program penanganan banjir tersebut, itu saja masalahnya'' tambahnya lagi.
Terkait hal tersebut, Jufri berharap ada peran serta maksimal masyarakat dengan Pemko Pekanbaru untuk menyelesaikan persoalan banjir tersebut hingga bisa tuntas. Pihaknya berharap Kota Pekanbaru mendatang selain ramah untuk investasi juga harus ramah dan nyaman untuk menjadi tempat bermukim. (dri)