LIMAPULUH KOTA, RIAUSATU.COM - Alfianto SH, bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Limapuluh Kota, mengaku bahwa masyarakat di Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, hidup dalam suasana politik yang cerdas dan mendidik.
"Saya menyatakan memberi apresiasi terhadap hal itu, bahkan menyatakan salut," ujar bacaleg Partai Golongan Karya (Golkar) dari daerah pemilihan (Dapil) II Kecamatan Pangkalan Koto Baru dan Kecamatan Kapur IX ini, Rabu (14/6/2023).
Alfianto mengatakan hal itu di Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, saat menjalani acara sesi terakhir yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Limapuluh Kota. Sebelumnya, Selasa (13/6), dilakukan Kirab Pemilu 2024.
Dalam kegiatan di Sialang itu, menurut tokoh pemuda yang akrab dengan panggilan Anto Cemara ini, selain bertemu dengan sejumlah bacaleg Kapur IX yang berasal dari sejumlah partai politik (parpol), Anto Cemara juga menyempatkan diri berbaur bersama masyarakat.
Apa kesan yang ditangkap Anto Cemara? "Banyak pembelajaran berharga yang bisa saya petik dari kegiatan tersebut," ujarnya. "Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan, ternyata menjadi kenyataan," tambahnya.
Menurut Anto Cemara, baik para bacaleg atau masyarakat yang berasal dari berbagai elemen, menyambutnya dengan tangan terbuka dan penghormatan yang tinggi, kendati dirinya merupakan bacaleg yang datang dari kecamatan yang berbeda.
"Suatu hal yang sangat tidak saya sangka dan duga sebelumnya," imbuh Anto Cemara. "Saya merasa mendapat sambutan dan penghormatan yang tinggi ketika mengunjungi dunsanak kita yang di Sialang," ungkapnya.
.
Para bacaleg misalnya, menurut Anto Cemara, sama sekali tidak menunjukkan kesan bahwa kehadirannya di sana akan mempersempit ruang mereka untuk terpilih sebagai legislator di Pemilu 2024 mendatang. "Sama sekali tak tampak kesan bahwa saya adalah kompetitor mereka," beber Anto Cemara.
Masyarakat pun, menurut Anto Cemara, menyambutnya dengan tangan terbuka, bahkan tidak sungkan-sungkan untuk menyampaikan hal-hal yang perlu diperjuangkan," jelasnya.
Padahal, menurut Anto Cemara, ia belum menjadi "siapa-siapa". Jangankan menjadi anggota DPRD, menurut Anto Cemara, ditetapkan sebagai caleg saja belum. "Tapi mereka sudah punya harapan yang besar pada saya," tukuknya
Kesimpulan Anto Cemara, realitas seperti itu antara lain dimungkinkan oleh pendidikan politik masyarakat yang semakin baik di daerah sentra utama komoditas gambir di Kabupaten Limapuluh Kota itu.
"Masyarakat di sana sudah hidup dalam suasana politik yang cerdas dan mendidik, sehingga kita yang dari kecamatan berbeda tetap mendapat penghargaan dan penghormatan yang layak ketika menyambangi kawasan itu," ungkapnya.
Dengan kata lain, menurut Anto Cemara, pendekatan politik masyarakat di sana tidak lagi berdasarkan pertimbangan berspektif dangkal dan sempit, tapi sudah lebih luas dari itu.
Anto Cemara tidak berlebihan bila mengatakan masyarakat di daerah asalnya, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, perlu belajar dari masyarakat Kapur IX dalam konteks kasus yang satu ini. "Untuk hal-hal yang bersifat baik, apa salahnya," tutur Anto Cemara.
Realitas itu, menurut Anto Cemara, semakin membulatkan tekadnya untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat bila kelak terpilih duduk di DPRD Limapuluh Kota. "Tidak terkecuali untuk para dunsanak kita yang di Kapur IX," tuturnya.
"Saya punya hutang moral pada mereka," sambungnya. "Hutang moral yang akan dibayar dengan pengabdian yang tinggi, tulus, berdedikasi, berintegritas bila kelak diberi amanah menjadi wakil rakyat."***