PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Banjir yang melanda Pekanbaru saat musim hujan menjadi perhatian serius bagi masyarakat.
Dalam kampanye dialogis yang berlangsung dari 4 hingga 6 Oktober 2024, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, SE, MM dan H. Markarius Anwar, ST, M.Arch (AMAn) nomor urut 5, tidak hanya mendengarkan keluhan warga tetapi juga menawarkan solusi konkret untuk mengatasi masalah ini.
Kondisi banjir yang semakin parah telah memicu julukan baru bagi Pekanbaru, yaitu ‘Kota Berkuah’, dan itu tidak bisa dibiarkan terus-menerus.
Selama berkeliling di zona Tuah Madani, Binawidya, dan Marpoyan Damai, Agung dan Markarius mendapati banyak aspirasi dari masyarakat.
Salah satu keluhan yang paling mencolok adalah masalah banjir yang bukan hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
Menyadari kompleksitas permasalahan ini, pasangan AMAn berkomitmen untuk membawa perubahan nyata bagi Kota Pekanbaru.
Markarius Anwar, calon Wakil Wali Kota yang memiliki latar belakang pendidikan Master of Urban Design dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), menegaskan bahwa penanganan banjir merupakan prioritas utama.
"Kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah banjir ini dalam waktu 1,5 tahun ke depan. Kami memahami bahwa banjir bukan hanya soal air, tetapi tentang kualitas hidup masyarakat Pekanbaru," ujarnya, Selasa (8/10/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Markarius menjelaskan berbagai faktor yang menyebabkan banjir, termasuk sistem drainase yang tidak terhubung dengan baik.
Banyak daerah permukiman yang salurannya tidak terhubung, mengakibatkan air menggenang di jalan dan rumah.
Dia menekankan pentingnya penataan saluran drainase yang lebih efektif dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memastikan setiap titik saluran dapat berfungsi optimal.
Markarius juga mengingatkan bahwa banyak saluran air yang tertutup oleh sampah, pasir, atau tanah. Hal ini diperparah dengan pembangunan ruko yang tidak memperhatikan saluran drainase.
"Kami akan memastikan bahwa semua saluran drainase akan dibenahi dan dirawat secara rutin, agar masyarakat tidak lagi merasakan dampak banjir yang merugikan," tegasnya.
Lebih jauh, Markarius menjelaskan masalah konektivitas antara saluran air primer, sekunder, dan tersier yang saat ini tidak berfungsi secara optimal.
Keterhubungan yang baik antara ketiga jenis saluran ini sangat krusial untuk mengalirkan air dengan lancar dan mencegah banjir saat hujan deras.