PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Pasangan Agung Nugroho dan Markarius Anwar untuk ajang pemilihan wali kota (Pilwako) Pekanbaru 2024 punya program melunasi hutang di 100 hari pertama bila dipercaya memimpin Kota Pekanbaru
Calon Wali Kota Agung Nugroho menyatakan bahwa dirinya akan melunasi seluruh hutang l-hutang Pemerintah Kota Pekanbaru kepada RT dan RW, Guru MDTA, Kader Posyandu dan perangkat.
"Lunasi hutang terlebih dahulu karena saya banyak mendapatkan laporan dari mereka. Setelah itu baru kita fokus benahi persoalan kota ini mulai dari jalan berlubang, banjir, sampah, parkir, pendidikan, kesehatan," jelasnya.
Agung mengatakan hal itu saat puluhan tokoh masyarakat Kecamatan Payung Sekaki mendatangi Rumah Kolaborasi Bangun Negeri di jalan Arifin Ahmad Kota Pekanbaru, Rabu (2/10/2024) malam.
Dikomandoi anggota DPRD Pekanbaru, Rois mengatakan, bahwa tujuan utama mereka datang untuk menjalin silaturahmi dan menyampaikan keluh kesah yang mereka hadapi setiap hari.
"Sebagaimana kita ketahui bersama, pasangan Agung Nugroho dan Markarius Anwar merupakan kandidat yang memiliki peluang paling tinggi untuk menang dalam kontestasi Pilwako Pekanbaru. Maka dari itu para RT dan RW di Payung Sekaki Ingin berjumpa untuk menyampaikan aspirasi," ungkap Rois dihadapan Agung Nugroho yang didampingi Ketua Tim Pemenangan, Ayat Cahyadi.
Bisri, tokoh masyarakat dari Kelurahan Labuh Baru Timur, menanyakan langsung apa program 100 hari paslon tang akrab dipanggil AMAn itu ketika diamanahkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru.
"Kiprah Agung Nugroho sebagai anggota DPRD Provinsi Riau mungkin sudah banyak kami ketahui tapi ketika diberikan amanah jadi Walikota apa program 100 hari kerja pak Agung," ujar Bisri.
Untuk mengatasi seluruh persoalan yang dikeluhkan tokoh masyarakat tersebut, Agung Nugroho menyatakan tidak ada yang tidak bisa diubah ketika seluruh masyarakat telah bersatu.
"Yakinlah, dan percayakan kepada kami untuk lima tahun ke depan pimpin Kota Pekanbaru. Maka saya siap menjadi 'beking' ibu dan bapak dalam mengurai seluruh persoalan Kota Pekanbaru," kata Agung.***