JAKARTA, RIAUSATU.COM - Usai Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, jagad politik nasional bakal diisi dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang digelar November mendatang.
Pesta demokrasi tersebut membutuhkan sebuah kerjasama yang solid antara seluruh penyelenggara, peserta pemilu serta pemangku kebijakan agar berjalan aman, damai, tertip dan tidak terjadi kecurangan.
Mengingat di era digital seperti saat ini, di mana laju informasi hampir tak terbendung, jika tidak difilter dengan baik, maka bisa jadi Pilkada Serentak yang akan berlangsung pada 27 November 2024 akan menimbulkan kekacauan yang massif.
Atas hal tersebut di atas, maka Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengeluarkan Imbauan. Ditandatangani oleh ketua umumnya, Firdaus, imbauan itu antara lain berisikan:
1. Stop menyebarkan hoax dan ujaran kebencian di media sosial demi menciptakan pilkada serentak yang aman dan damai.
2. Menciptakan media seimbang dalam pemberitaan dan seluruh komponen masyarakat mendukung Pilkada demokratis dan bermartabat.
3. Mari ciptakan suasana pemilu aman dan damai dan stop money politic
4. Meningkatkan sinergitas dan solidatas TNI – Polri dan Pemerintah agar Pilkada serentak tahun 2024 ini berjalan penuh kesejukan tanpa ada gesekan yang begitu berarti.***