PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Meski Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, masih masuk daerah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Covid-19 hingga 11 April 2022, namun Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT tetap ngotot ‘plesiran’ ke Mesir.
Kepastian keberangkatan Firdaus yang masa jabatannya sebagai Walikota Pekanbaru berakhir pada 22 Mei 2022 itu, diperoleh media siber ini dari manifes keberangkatan, yakni Jumat (1/4/2022), pukul 00.40 WIB. Mereka berangkat menggunakan maskapai Emirates, pesawat Boeing 777-31H(ER).
Ikut bersama Firdaus antara lain Asisten II El Syabrina, Kepala Badan Pendapatan Daerah Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Kepala Dinas Pendidikan Ismardi Ilyas, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muhammad Firdaus, Kadis PUPR Indra Pomi, Kadis Pariwisata Masriah, Sekretaris Dinas PUPR Edward Riansyah, dan satu ADC.
Sikap Firdaus yang tetap nekad ‘plesiran’ ke Mesir –dan infonya juga ke Turki—yang dibungkus dalam rangka memenuhi undangan Pemerintah Mesir itu mendapat sorotan tajam dari sejumlah kalangan, bahkan anggota Parlemen Pekanbaru.
‘’Di saat daerahnya masih menerapkan PPKM Level 3 Covid-19 dan Pemerintah Kota Pekanbaru masih banyak meninggalkan permasalahan penting yang mesti diselesaikan, eh dia malah plesiran ke Mesir,’’ sebut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koalisi Indonesia Bersih (KIB), Hariyadi SE, di Pekanbaru, Sabtu (2/4/2022).
Hariyadi sangat menyesalkan kepergian Walikota Pekanbaru dan rombongan ke Mesir, karena menggunakan uang yang tidak sedikit. Dia beranggapan Walikota Pekanbaru tidak mempunyai sense of crisis.
‘’Selama sembilan hari itu memerlukan biaya ratusan juta rupiah, pakai APBD lagi. Di satu sisi, gaji THL dipangkas hingga 50 persen, belum lagi kegiatan tunda bayar yang mencapai Rp100 miliar,’’ tegasnya.
Sebelumnya, anggota DPRD Kota Pekanbaru Ruslan Tarigan melontarkan kritikan tajam meminta Walikota Pekanbaru Firdaus membatalkan kunjugan ke Mesir, karena tidak ada untungnya buat masyarakat Kota Pekanbaru.
‘’Plesiran dibalut dengan promosi Kota Pekanbaru hanya akal-akalan saja. Tujuan sebenarnya, mereka ingin jalan-jalan semata,’’ tegas Ruslan Tarigan
Menurutnya, biaya perjalanan ke Mesir pasti diambil dari dana APBD Pekanbaru. Padahal, Pemko Pekanbaru sendiri masih terlilit utang tunda bayar ratusan miliaran rupiah.
"Sangat memilukan dan menyakiti hati masyarakat. Apalagi, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan Pemko menjelang jabatan Walikota berakhir pada Mei 2022. Mulai persoalan sampah, banjir, minyak goreng mahal, serta masalah krusial lainnya,’’ pungkas Ruslan.
Terpisah, pengamat Kebijakan Publik Universitas Islam Riau (UIR) Dr Moris Adidiyogia menyebutkan, persoalan tunda bayar dan lainnya seharusnya menjadi perhatian utama Walikota Pekanbaru.
Dia heran kenapa Firdaus tetap ngotot berangkat ke Mesir, apa ini pertanda ingin lepas tanggung jawab terhadap berbagai persoalan kota.
‘’Bila ini terjadi, Walikota Firdaus meninggalkan persepsi negatif di tengah masyarakat pada akhir masa jabatannya sebagai pemimpin Pekanbaru," sebut Moris. ***