peristiwa

Empat Penekanan Kakorlantas dalam Operasi Patuh 2018

Kamis, 26 April 2018 | 09:59 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH, Kamis pagi (26/4/2018) memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Muara Takus 2018, bertempat di halaman Mapolda Riau, jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Operasi Patuh 2018 ini akan dilaksanakan selama 14 hari, dimulai 26 April sampai 9 Mei 2018 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Dalam amanat Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM yang dibacakan Kapolda Riau, permasalahan dibidang lalu lintas dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis.

Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk, yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Perkembangan transportasi juga telah menginjak era digital, dimana operasional order angkutan publik sudah berada dalam genggaman (cukup menggunakan handphone). Modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri khususnya Polantas, sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi tersebut," kata Kapolda Riau saat membacakan sambutan Kakorlantas.

Sambung Kapolda Riau, Polisi Lalu Lintas terus berupaya melaksanakan program Kapolri yang disebut Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya).

"Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kita diharapkan untuk Mewujudkan dan Memelihara Keamanan, Keselamatan dan Kelancaran serta Ketertiban Berlalu Lintas (Kamseltibcarlantas), Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, Membangun budaya tertib berlalu lintas, Meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik," sebut Irjen Nandang.

Keempat angka diatas, kata Irjen Nandang, merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh Polantas sendiri, melainkan sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah dan solusinya yang harus diterima dan dijalankan oleh semua pihak.

Berdasarkan program Decade of Action for Road Safety 2011-2020 atau Dekade Aksi Keselamatan Jalan yang telah dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang bertujuan untuk mengurangi korban meninggal dunia pada tahun 2020 sebesar 50 persen.

Para penyelenggara sistem yang terpadu yang tertuang dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) melalui 5 Pilar yaitu Manajemen Keselamatan Jalan, Jalan yang Berkeselamatan, Kendaraan yang Berkeselamatan, Perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dan Penanganan korban pasca kecelakaan.

Program Nawacita Presiden RI adalah menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa, dari salah satu Nawacita Presiden RI ini dijabarkan dengan 11 Program Prioritas Kapolri yaitu Promoter.

Program ke-11 Quick Wins Polri didalam pelaksanaan tugas kepolisian diimplementasikan dengan kehadiran anggota Polri ditengah-tengah masyarakat, dimana Korlantas Polri menjabarkan program ke-11 angka ke-6 yaitu Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik.

"Salah satu yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah keselamatan bagi pengguna jalan. Keselamatan memang sesuatu yang pertama dan utama dalam berlalu lintas. Dalam konteks ini, lalu lintas dapat dipahami sebagai urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa dan cermin tingkat modernitas," kata Irjen Nandang.

Keselamatan dalam berlalu lintas memang sering diabaikan, bahkan tidak dianggap penting. Hal itu dapat ditunjukan dari Political Will pengguna lalu lintas.

Kesadaran pengguna lalu lintas, baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor maupun pengguna jalan lainnya masih rendah.

Disebutkan Irjen Nandang saat membacakan sambutan Kakorlantas, data jumlah kecelakaan lalu lintas Operasi Patuh 2017 sebanyak 2.203 kejadian, mengalami penurunan 239 kejadian atau -13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 2.542 kejadian.

Selanjutnya, jumlah korban Meninggal Dunia Operasi Patuh Tahun 2017 sebanyak 420 orang, mengalami peningkatan sebanyak 8 orang atau 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 412 orang.

Jumlah korban Luka Berat Operasi Patuh tahun 2017 sebanyak 407 orang, mengalami penurunan sebanyak 217 orang atau -44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 724 orang.

Jumlah Pelanggaran Lalu Lintas Operasi Patuh 2017 sejumlah 841.244 pelanggaran, meningkat 12 persen dari tahun 2016 dengan jumlah tilang sebanyak 676.317 lembar dan teguran sejumlah 164.927 teguran.

"Secara umum dari hasil evaluasi tersebut diatas bahwa dominasi pelanggaran yang terjadi adalah Pelanggaran kelengkapan Surat-surat kendaraan, penggunaan Safety Belt dan Pelanggaran terhadap Rambu/Marka Jalan. Untuk sasaran dan target operasi, penajamannya ditentukan oleh masing-masing wilayah sesuai dengan Anev situasi Kamseltibcarlantas terkini," urai Kapolda

Polri telah menetapkan kalender operasi patuh, yang rutin dilaksanakan setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Sasaran prioritas Operasi Patuh 2018 adalah Pengemudi menggunakan Hand Phone, Pengemudi melawan arus, Pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu, Pengemudi dibawah umur, Pengemudi dan Penumpang sepeda motor tidak menggunakan Helm SNI, Pengemudi kendaraan bermotor menggunakan narkoba/mabuk dan Pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan," jelas Kapolda Riau.

Dengan penindakan sasaran pelanggaran lalu lintas tersebut diatas, sambung Kapolda dalam sambutan Kakorlantas, maka diharapkan Operasi Patuh 2018 ini dapat menekan jumlah korban fatalitas dan meminimalisir kemacetan lalu lintas serta terwujudnya Kamselribcarlantas.

Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, kepada seluruh jajaran, perlu saya tekankan kembali, selama pelaksanaan Operasi agar Panjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum melaksanakan tugas, Utamakan faktor keamanan dan keselamatan dengan mempedomani Standar Operasional Prosedur yang ada, Hindari Tindakan Pungli dan Lakukan tugas Operasi Patuh dengan baik tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat.(fat)

Terkini