PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Sampai sekarang, ratusan buruh pengangkut sampah dari PT MIG belum juga mendapat pelunasan gaji Bulan April dan Mei. Hidup mereka kian pelik ditambah dalam waktu dekat sudah masuk lebaran. Buntutnya, mereka pun menggelar unjuk rasa besar-besaran di Kantor Walikota Pekanbaru, Riau mendesak walikota untuk mengambil sikap.
''Tapi apa nyatanya. Cuma janji-janji. Sudah tiga kali ini. Kami sudah tidak punya uang. Bau sampah bisa kami tahan, tapi kami tak bisa tahan lapar,'' pilu salahseorang buruh. Atas alasan ini lah, mereka akhirnya berinisiatif minta sumbangan kepada pengguna jalan, sembari berunjuk rasa, Rabu (22/6/2016) di depan kantor Walikota Pekanbaru.
Tak lupa pengunjuk rasa meramaikan aksi ini dengan berbagai macam spanduk berisi tulisan tentang nasib mereka selama tidak mendapat gaji. Hasilnya pun cukup memuaskan. Pantauan GoRiau.com, tak sedikit pengguna jalan memberikan sumbang kepada mereka. Kotak sumbangan dengan cepat terisi.
''Alhamdulillah, terimakasih sumbangannya. Diberkahi lah bapak,'' ungkap mereka ketika ada yang memberikan sumbangan. ''Lebih peduli masyarakat sesama, daripada Pak Walikota (Firdaus MT),'' sindir buruh pengangkut sampah tersebut.
Agar uang sumbangan ini tepat sasaran, mereka pun mengumpulkannya jadi satu kepada koordinator. Bahkan dalam waktu sebentar saja, sumbangan untuk buruh sampah sudah ratusan ribu Rupiah. Sampai berita ini diturunkan, unjuk rasa masih berlangsung di Kantor Walikota.
Mereka menolak bubar sampai nanti ada kepastian terkait janji pencairan gaji yang menjadi hak mereka. Bahkan ratusan massa tersebut memasang terpal besar di lokasi unjuk rasa. (dri)