peristiwa

Hadiri Pengukuhan IKM Riau, Sekda: Pekanbaru Jadi Pusat Perantauan Masyarakat Minangkabau Terbesar di Indonesia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:59 WIB
Pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Riau. (f: Ist)

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Riau menjadi momentum dalam memperkuat hubungan persaudaraan antara masyarakat Minangkabau dan Melayu yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Selain menjadi wadah silaturahmi, organisasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi, mengatakan bahwa hubungan antara Riau dan Sumatera Barat tidak dapat dipandang hanya sebagai hubungan dua wilayah yang bertetangga.

Menurutnya, ikatan tersebut telah berkembang menjadi hubungan yang sangat erat melalui berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Bagi masyarakat di sini, hubungan Riau dan Sumatera Barat bukan sekadar antara dua provinsi yang bertetangga. Hubungan ini telah tumbuh dan mengakar melalui sejarah yang panjang melalui perdagangan, pendidikan, budaya, serta ikatan kekeluargaan yang begitu erat,” kata Sekda Riau Syahrial Abdi di GOR Tribuana, Pekanbaru, Sabtu (20/06).

Ia menjelaskan bahwa Kota Pekanbaru saat ini telah menjadi salah satu pusat perantauan masyarakat Minangkabau terbesar di Indonesia.

Keberadaan masyarakat Minang di Riau, khususnya di ibu kota provinsi, telah memberikan warna tersendiri dalam perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat.

“Bahkan jika melihat realitas hari ini, Pekanbaru telah menjadi salah satu pusat rantau Minangkabau terbesar di Indonesia. Data kependudukan menunjukkan bahwa masyarakat Minangkabau merupakan kelompok etnis terbesar di Kota Pekanbaru. Dengan proporsi sekitar 38 persen, bahkan berdasarkan data terakhir mencapai 42 persen,” jelasnya.

Diungkapkan, besarnya jumlah masyarakat suku Minangkabau di Riau bukan sekadar angka statistik. Data tersebut menjadi gambaran nyata mengenai eratnya hubungan yang telah terjalin antara kedua daerah selama bertahun-tahun.

“Angka tersebut bukan sekadar statistik. Angka itu menggambarkan betapa eratnya hubungan yang terjalin antara Riau dan Sumatera Barat, menggambarkan betapa banyak keluarga yang tumbuh bersama, betapa banyak usaha yang dibangun bersama, serta betapa banyak sejarah yang ditorehkan bersama,” ungkapnya, dilansir riau.go.id.

Lebih lanjut, Sekda Riau Syahrial Abdi menilai pelantikan IKM memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar agenda organisasi.

Acara tersebut menjadi simbol persaudaraan yang telah lama tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Riau yang majemuk.

“Karena itu, acara ini sesungguhnya bukan hanya pertemuan keluarga Minangkabau. Lebih dari itu, pelantikan ini adalah perayaan persaudaraan yang telah lama terjalin antara Ranah Minang dan Bumi Lancang Kuning,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKM, Andre Rosiade, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menilai keberadaan IKM harus mampu menjadi organisasi yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Halaman:

Tags

Terkini