peristiwa

Listrik Padam Tanpa Pemberitahuan, Warga Jogja Mengungsi ke Mal dan Atur Lalu Lintas Sendiri

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:11 WIB
Ilustrasi mati lampu di Yogyakarta.

 

YOGYAKARTA, RIAUSATU.COM – Pemadaman listrik tanpa pemberitahuan yang terjadi di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memicu keluhan luas dari masyarakat.

Tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi dan pekerjaan, padamnya listrik selama berjam-jam juga menyebabkan kemacetan lalu lintas akibat traffic light tidak berfungsi hingga memaksa sebagian warga "mengungsi" ke pusat perbelanjaan demi mendapatkan akses listrik dan internet.

Gelombang protes warga ramai bermunculan di media sosial sejak Jumat (19/6/2026). Banyak pengguna mengaku tidak menerima informasi sebelumnya mengenai pemadaman yang berlangsung selama tiga hingga empat jam dalam sehari.

Di sejumlah titik, dampak pemadaman bahkan terasa langsung di ruang publik. Salah satunya terjadi di kawasan Jokteng Barat, Kota Yogyakarta, ketika lampu lalu lintas padam dan arus kendaraan menjadi semrawut.

Dalam kondisi tersebut, warga secara sukarela turun ke jalan untuk membantu mengatur lalu lintas.

Momen itu menjadi sorotan setelah diunggah akun Threads @diasmaesyita_.

Dalam unggahannya, terlihat seorang warga mengatur kendaraan di tengah persimpangan yang padat.

"Ada orang baik ngatur lalu lintas Jokteng yang semrawut karena mati listrik, enggak terlihat tanda-tanda ada polisi," tulis akun tersebut.

Keluhan serupa datang dari berbagai kalangan yang aktivitasnya sangat bergantung pada pasokan listrik.

Sejumlah pelaku usaha kecil dan pekerja kreatif mengaku mengalami kerugian karena kegiatan produksi maupun pekerjaan harus terhenti mendadak.

Akun @cctvdije, misalnya, menceritakan pengalaman saat sedang melakukan sesi pemotretan bersama talent.

Setelah seluruh persiapan selesai, listrik tiba-tiba padam tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

"Lagi photoshoot, beres make up dan styling jam 9-an tiba-tiba pas mau cam roll, mati listrik dan tanpa pemberitahuan, the best memang PLN Jogja," tulisnya.

Untuk menyelamatkan pekerjaan, tim produksi akhirnya menyewa genset tambahan dengan biaya yang tidak dianggarkan sebelumnya. Namun, kapasitas genset yang terbatas membuat tidak semua peralatan dapat beroperasi secara normal.

Halaman:

Tags

Terkini